Mei 18, 2024
Home » PMK Sapi di Malang, Kisah Penyembuhan dan Cara mengatasi PMK

Wabah PMK meresahkan banyak warga yang memiliki hewan ternak seperti sapi kambing dan kerbau. Adanya wabah ini menjadi ditutupnya sejumlah tempat penjualan hewan ternak di Wilayah Malang Raya seperti Kepanjen, Pagelaran dan tempat tempat lain.
Banyak sapi warga di wilayah Malang juga terjangkit penyakit ini. Di wilayah ngantang ada lebih dari 8 ribu ekor sapi terjangkit PMK.
Untuk mencegah terus bertambahnya hewan yang terjangkit PMK. Dilakukan Vaksinasi terhadap hewan ternak di wilayah terdampak wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK di Malang terus berlanjut. Kali ini, 14 ribu dosis vaksin untuk ternak telah di distribusikan ke Kecamatan Ngantang.
Secara keseluruhan kasus PMK di Kabupaten Malang sampai dengan akhir pekan ini data resmi yang diumumkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat menyebutkan ada 14 ribu kasus dan 825 ekor di antaranya mati.

Kisah peternak yang membeli sapi terjangkit PMK dan disembuhkan secara Mandiri di wilayah Kabupaten Magetan.

Seorang peternak yang Berasal dari Desa Janggan Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan yang bernama bapak gondo yang telah berusia 48 tahun justru menampung sapi sakit yang telah terpapar penyakit mulut dan kuku. Puluhan ternak yang dibeli dengan harga murah kisaran antara 7 sampai 8 juta rupiah itu kemudian dilakukan penyembuhan secara mandiri di kandangnya, dibantu Oleh istrinya Eny Susanti, Pak Gondo meracik ramuan atau obat untuk merawat puluhan ekor sapi sakit yang terduka terpapar penyakit mulut dan kuku atau PMK hingga akhirnya sembuh
Pak Gondo menceritakan bahwa awalnya mulanya merasa kasihan melihat peternak yang ternak sapinya terpapar PMK. Dia pun berinisiatif untuk membelinya harganya pun bervarisi mulai dari 7 juta hingga 12 juta tergantung tingkat keparahan sakitnya. Hingga kini sudah ada lebih dari 50 ekor sapi yang dibelinya dari warga sekitar termasuk dari luar desa setempat, rata-rata kondisi sapi sudah mulai membaik dan hanya ada beberapa sapi yang kukunya masih luka. Butuh waktu banyak untuk merawat sapi yang sedang sakit termasuk itu mulai dari pembersihan kandang yang dilakukan secara rutin siang dan malam.

Pengertian PMK

Dilansir dari laman resmi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, penyakit mulut dan kuku (PMK) merupakan jenis penyakit yang menyerang hewan berkuku belah atau genap seperti sapi, kerbau, domba, kambing, dan unta. PMK juga dapat menyerang hewan liar seperti gajah, bison, menjangan dan jerapah.
PMK umumnya tidak akan mematikan bagi hewan dewasa, tetapi dapat membunuh hewan muda dan menyebabkan kerugian yang cukup besar.

Gejala PMK

Dalam pemilihan hewan yang akan kita beli, kita juga harus memastikan terlebih dahulu kesehatannya sebelum membawa pulang hewan-hewan tersebut.
Kita pastikan kelayakan hewan yang akan kita beli baik itu digunakan sebagai dagangan atau untuk dikonsumsi. Karena bila tidak tahu dan tidak teliti akan kesehatannya maka kita yang akan merugi, selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain apabila penyakit bawaan hewan tersebut dapat menular.

Dibawah ini kita akan membahas terkait gejala PMK pada sapi, domba dan kambing, penyebab penularan PMK dan pencegahan terhadap PMK.

Berikut gejala PMK yang ditimbulkan pada sapi:

  1. 1. Mengalami anoreksia (tidak nafsu makan)
  2. 2. Keluar air liur yang berlebih
  3. 3. Mengalami demam hingga 41 derajat celcius
  4. 4. Penurunan produksi susu yang drastis
  5. 5. Hewan lebih sering berbaring
  6. 6. Luka pada kuku, hingga lepas
  7. 7. Saliva menggantung, air liur berbusa
  8. 8. Pembengkakan kelenjar submandibular
  9. 9. Mengalami myocarditis dan abortus kematian pada hewan muda
  10. 10. Kehilangan berat badan permanen, dan kehilangan kontrol panas

Berikut merupakan gejala PMK yang timbul pada domba dan kambing:

  1. 1. Lesi kurang terlihat, atau lesi pada kaki juga bisa terlihat
  2. 2. Lesi pada sekitar gigi domba
  3. 3. Kematian hewan muda
  4. 4. Keluar air liur secara berlebih

Berikut merupakan penyebab penularan PMK yang bisa anda ketahui:

  1. Kontak langsung dengan hewan yang tertular melalui leleran hidung, droplet, maupun serpihan kulit.
  2. Kontak tidak langsung melalui vektor hidup yang terbawa oleh manusia.
  3. Sisa makanan atau sampah yang terkontaminasi produk hewan seperti daging dan tulang dari hewan tertular
  4. Kontak tidak langsung melalui vektor yang tidak hidup seperti terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kendang, dan lain – lain
  5. Penyakit tersebut tersebar melalui udara, angin, dan daerah beriklim tropis.

Selain itu, disamping penyebab penularan yang telah terjadi, peternak juga dapat melakukan pencegahan maupun penanganan PMK dengan menggunakan cara-cara sebagai berikut :

Pengobatan pada hewan yang terinfeksi


  1. • Memotong jaringan tubuh yang terinfeksi
    • Mengaplikasikan larutan cuprisulfat pada kaki yang terinfeksi
    • Melakukan injeksi intravena preparate sulfadinamine
    • Hewan yang terinfeksi harus dikarantina atau dipisah dengan hewan lain selama masa pengobatan

Pencegahan untuk hewan sehat


  1. • Menjauhkan hewan yang terinfeksi dengan hewan yang sehat
    • Memberikan pakan yang cukup untuk meningkatkan sistem kekabalan tubuh hewan
    • Olesi larutan cuprisulfat setiap minggu

Mengingat besarnya dampak yang banyak menyebabkan kerugian secara ekonomi dan kemungkinan dampak lain yang dapat terjadi, kita perlu meningkatkan kewaspadaan. Kita juga membutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat daerah, antarkementrian, organisasi profesi dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersungguh – sungguh mengendalikan dan menghadapi wabah PMK ini.

Tinggalkan Balasan