Mei 18, 2024
Home » Apa itu Chest Pain? Nyeri Dada yang Bisa Jadi Mematikan?

Apakah anda pernah merasakan sakit dada secara tiba-tiba? Hati hati, bisa jadi itu gejala sakit jantung. Tapi anda jangan terburu-buru untuk panik. Mungkin saja hal tersebut bukan karena masalah jantung yang memicu rasa nyeri pada dada. Faktanya, dada yang terasa sakit adalah gejala berbagai penyakit yang bervariasi dan bukan hanya karena masalah jantung.
Nyeri dada itu disebut dengan non-cardiac chest pain (NCPP), yaitu rasa sakit di dada yang menyerupai gejala penyakit jantung pada pasien yang tak memiliki penyakit jantung.
Chest Pain yakni nyeri dada ketika dada terasa seperti tertusuk, perih atau tertekan. Nyeri ini bisa terjadi di dada sebelah kanan, kiri atau tengah.
Asal anda tahu, gejala ini sangat mirip dengan penyakit jantung bahkan sangat sulit dibedakan. jadi anda harus cermat ya! Rasanya yakni dada terasa seperti diremas atau ditekan. Rasa nyeri juga bisa menjalar hingga leher, lengan, dan punggung.
Berikut Beberapa gejala yang bukan khas dari penyakit jantung antara lain:

  1. Sakit di dada hanya terasa sesaat atau dalam hitungan detik
  2. Rasa sakit dibarengi lidah terasa pahit dan asam karena ada cairan yang naik dari lambung
  3. Rasa nyeri bertambah saat mengambil napas
  4. Nyeri berkurang atau reda ketika beraktivitas atau mengubah posisi tubuh

Chest Pain merupakan salah satu gejala dari penyakit yang dalam waktu singkat bisa jadi dapat menyebabkan kematian. Untuk itu diperlukan penangan yang cukup serius.

Penyebab Umum Nyeri Dada:

Jantung hanyalah salah satu organ yang ada di dalam dada. Ada banyak organ lain di dada dan sekitarnya, seperti tulang, otot, saraf, paru-paru, kulit, esofagus, dan lambung. Masalah pada organ-organ tersebut bisa pula memunculkan gejala berupa nyeri pada dada.

Nyeri dada bisa disebabkan oleh hal hal diluar penyakit. Contohnya termasuk angkat beban berat, trauma pada dada, atau menelan sepotong makanan yang besar.

Penyebab yang perlu diwaspadai:

Serangan jantung, akibat dari tersumbatnya seluruh aliran darah ke jantung. Atau akibat penyumbatan pembuluh darah yang mengalir ke jantung.

Diagnosis Sakit Dada dan Sakit Jantung

Ketika dada mulai terasa sakit dan nyeri, lantaran kemiripan gejala, pasien yang merasakan sakit di dada biasanya langsung menuju instalasi gawat darurat di rumah sakit karena menduga mengalami sakit jantung, khususnya serangan jantung. Begitu menjalani pemeriksaan, barulah diketahui tidak ada penyakit jantung. Tindakan pasien yang segera meminta diperiksa dokter itu sangat bagus. Sebab, memang hanya dokter yang dapat mendiagnosis pasien. apakah pasien hanya mengalami sakit dada biasa atau ada penyakit jantung.
Dalam pemeriksaannya, dokter akan melakukan beragan serangkaian tes. Hal pertama yang dilakukan adalah memeriksa fisik pasien dan bertanya apakah ada anggota keluarga yang punya penyakit jantung. Setelah itu, dokter mungkin meminta pasien menjalani beberapa tes seperti radiologi, laboratorium, serta tes lain guna mengetahui kondisi jantung. Misalnya:
Tes darah: ketika otot rusak karena serangan jantung, tubuh mengeluarkan zat yang masuk ke darah. Dengan tes darah, zat ini bisa diketahui. Lewat tes ini pula dokter dapat mengetahui kadar kolesterol serta glukosa dalam darah yang bisa memicu penyakit jantung.
Elektrokardiogram (EKG): jantung bekerja dengan sinyal kelistrikan. EKG dapat menilai seberapa baik detak jantung berdasarkan pemeriksaan aktivitas kelistrikan itu.
Tes stres: pemeriksaan ini bertujuan mengetahui bagaimana kinerja jantung saat tubuh dalam kondisi aktif atau dalam tekanan. Biasanya, pasien diminta berjalan di atas treadmill untuk menjalani tes ini.
Echocardiogram: tes ultrasonografi dengan sinar-X ini bertujuan melihat apakah ada masalah pada bilik dan katup jantung, juga mengetahui seberapa kuat jantung dalam memompa darah.
Angiogram: sering disebut juga kateterisasi jantung, yakni penggunaan kateter yang dimasukkan ke arteri dan diarahkan ke jantung. Dokter lalu memasukkan cairan kontras dan memakai sinar-X untuk melihat apakah ada sumbatan di arteri dan seberapa parah sumbatan tersebut jika ada.
Magnetic resonance imaging (MRI): dengan gelombang radio dan magnet yang kuat, dokter bisa melihat gambar detail jantung untuk mengetahui kondisinya lebih cermat.

Tips yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Sakit Dada

Sakit dada yang terjadi tiba-tiba sehingga akan muncul dugaan mengalami penyakit jantung. Alangkah baiknya kalau anda tidak panik atau merasa cemas berlebihan. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan ketika anda mengalami gejala tersebut:

Hentikan aktivitas jika sedang beraktivitas, lalu duduk
Cari tempat lega, misalnya di luar ruangan, untuk beristirahat
Longgarkan pakaian agar bisa bernapas lebih baik
Segera datang ke rumah sakit atau hubungi ambulans bila rasa sakit tak kunjung hilang setelah 10 menit

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Bila anda mengalami sakit dada, sebaiknya tidak menunda untuk pergi ke dokter. Meski bukan berarti itu gejala penyakit jantung, lebih baik berjaga-jaga. Bagaimanapun, rasa sakit pada dada kemungkinan besar menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Pemeriksaan oleh dokter dapat menemukan gejala pemicu rasa sakit itu. Bila sakit tersebut terdeteksi sejak dini, masalah kesehatan itu lebih mungkin dapat diatasi dengan tindakan medis yang tepat sesuai dengan diagnosis dokter. Lebih baik anda bersiap siap dan berjaga jaga agar tidak terjadi hal hal yang diinginkan.

Tips Mencegah Nyeri Dada:

  1. Berolahraga minimal 30 Menit setiap hari
  2. Menjaga berat badan agar selalu ideal
  3. Mengurangi konsumsi minuman beralkohol
  4. Berhenti merokok
  5. Menerapkan jadwal makanan teratur
  6. Mengkonsumsi Buah dan Sayuran
  7. Minum air putih yang banyak

Itulah pembahasan mengenai Chest Pain atau nyeri dada yang perlu kita ketahui untuk menambah wawasan kita seputar kesehatan. Dengan begini kita bisa selalu berjaga jaga dan bersiap siap untuk segala kemungkinan yang bisa terjadi. Semoga anda selalu sehat dan bahagia!

Tinggalkan Balasan