Mei 15, 2024
Home » Gaul dengan Bahasa Malang yang Populer dengan istilah “Walikan” dan Asal muasalnya!

Bahasa Malang atau biasa disebut Bahasa Walikan (Osob Kiwalan/Bahasa Terbalik) adalah bahasa khas orang asli Malang yang sampai sekarang semakin Marak dipergunakan. Bahasa ini ternyata sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda lho. Bahasa Jawa Walikan yang menjadi khas Malang ini dipakai para pejuang kemerdekaan Indonesia sebagai Bahasa sandi saat melawan agresi militer Belanda I dan II. Mereka mempergunakan bahasa ini untuk berkomunikasi dengan warga lokal Malang agar sulit dimengerti Pesuruh belanda yang bukan asli Malang. Hal ini dipergunakan untuk menghindari pemahaman para penjajah dan para pesuruh belanda yang biasanya membocorkan informasi strategi perang kepada orang-orang Belanda

Setelah merdeka pun, bahasa Walikan ini tetap menjadi trend dan tetap eksis dikalangan remaja maupun kaum tua hingga saat ini banyak juga dipakai untuk nama2 resto, cafe. Inilah yang membuat orang yang bukan warga Malang atau pesuruh belanda yang baru pertama kali menginjakkan kaki di bumi Arema ini menjadi kebingungan dan dijamin mereka tak akan mengerti.

Memang bahasa ini sudah tak asing lagi dikalangan warga Malang karena banyak dijumpai di berbagai media sosial sehingga semakin marak dikenal oleh seluruh warga Indonesia sebagai Icon Bahasa Malang. Bahkan baru baru ini bahasa walikan sudah populer dan berkembang pula di kalangan anak muda di luar Wilayah asli Malang.

Memang tidak ada pakem yang jelas untuk bahasa walikan ini. Yang jelas mereka membalik susunan kata yang sekiranya enak untuk didengar dan diucapkan. Terdiri dari Bahasa Jawa yang dibalik ataupun Bahasa Indonesia yang dibalik, terkadang banyak juga bahasa arab dan bahasa inggris yang dibalik.

Ada banyak bahasa walikan Malang yang sudah populer di kalangan masyarakat yang akan kita bahas berikut ini. Berikut akan kita cari tahu apa saja bahasa populer tersebut.

1. Ngalam yang berarti Malang.

Banyak warga Malang yang menyebut dengan kota kelahiraanya sebagai Malang. Untuk menyebut dirinya sebagai warga Malang biasa menggunakan “kera ngalam” yaitu arek Malang, dalam bahasa indonesia kera artinya adalah monyet tapi yang dimaksut dalam bahasa walikan bukan makna sebenarnya tetapi Hanya huruf-huruf nya saja yang dibalik jangan sampai anda salah paham.

2. Ayas Karo Umak

Ayas karo umak adalah sebutan dari kata ‘saya dan kamu’ yang sengaja dibalik. Panggilan ini sudah sangat terbiasa di sebutkan di Malang dengan digunakan hampir sama dengan kata sehari-hari apalagi dikalangan tongkrongan bahasa tersebut malah menjadi Bahasa keren.

3. Sam, dan oyi sam!

Mas, dan oyi mas. Untuk meng-Oke kan apapun yang telah mereka bahas. Kadang untuk meng-iyakan ajakan minum kopi atau nongkrong dengan istilah yang menurut mereka keren.

4. Tangames!

Ungkapan Semangat untuk menyemangati teman entah dalah usaha pendidikan, percintaan atau apapun ungkapan ini seringkali digunakan oleh kakangan muda mudi untuk ungkapan semengat.

5. Nayamul Kane

‘Lumayan Enak’ untung mengungkapkan Makanan atau hidangan yang Lumayan Enak rasanya biasanya dibarengi dengan ekspresi yang mengasyikkan apalagi ungkapan ini biasanya dibahaskan ditempat-tempat tongkrongan.

6. Nakam

Nakam adalah bahasa walikan dari Makan. Bahasa ini sangat umum digunakan dalam bahasa sehari hari oleh seluruh kalangan masyarakat dalam dan luar Malang.

Banyak lagi bahasa yang biasa dipergunakan sehari-hari seperti: Ewul=Luwe, Kipa=Apik, Nendes Kombet=Senden Tembok, Ongis Nade=Singo edan dan masih banyak lagi gimana teman-teman sudah paham kan terkait kosa kata, tata huruf dan tata bahasa dari bahasa walikan tentu sangat menarik bukan ya itulah bahasa walikan malang penuh dengan kejutan juga penuh dengan kata-kata yang membuat orang penasaran yang paling penting ajak teman-teman kalian untuk mencoba menggunakan bahasa walikan ya kawan yang terpenting dengan tujuan yang baik tanpa merusak ataupun yang lainya.

Tetarikkah kalian untuk mempelajari bahasa Malang walikan? Atau berminat untuk menggunakannya sebagai bahasa sehari hari?

Tinggalkan Balasan