April 13, 2024
Home » Kuliner Khas Malang yang Wajib Dicoba apabila Singgah di Malang.

Apakah anda pernah mengunjungi malang sebelumnya? Atau anda berencana untuk pergi ke Malang?
Yuk kita simak penjelasan berikut ini agar anda mengetahui lebih jauh tentang Malang!
Malang termasuk kota terbesar kedua di Jawa Timur yang terletak 90 km di sebelah selatan Surabaya.
Dari segi geografis dan dari segi perkembangan kotanya, Malang mempunyai kemiripan dengan Bandung di Jawa Barat.
Selain itu, hawa sejuk kota Malang juga selalu mengundang keinginan setiap orang dari berbagai pelosok untuk memanjakan diri kala liburan tiba dengan segudang tempat wisata yang amat menawan.
Kota Wisata ini memang bisa dijadikan destinasi yang tepat untuk melepaskan rasa penat akibat rutinitas sehari hari dilakukan. Kota Malang sangat cocok sebagai tempat healing dan bersantai di hari-hari libur anda.
Mulai dari kondisi alamnya yang elok, penduduknya yang ramah, iklimnya yang sejuk, situs-situs sejarahnya yang menyimpan segudang cerita, hingga makanan khas Malang.
Berbicara tentang keindahan Malang, jangan sampai kita melupakan kenikmatan kuliner khasnya juga.
Kota Malang adalah kota yang mempunyai banyak sajian kuliner yang bisa menambah keseruan para pengunjung yang datang untuk mengisi momen liburannya.

Makanan Kuliner Khas Malang diantaranya:

1. Bakso Malang

Bakso menjadi salah satu ikon kuliner kota Malang. Anda akan banyak menemui penjual bakso yang ada di Kota Malang. Hampir seluruh daerah di Malang pasti ada penjual bakso. Saking Digemarinya Bakso, banyak masyarakat yang menjualnya hingga ke berbagai kota-kota di Indonesia.
Bakso khas Malang bagaikan primadona di bumi pertiwi. Mulai dari pedagang kaki lima, kios, kedai, warung, depot, bahkan restoran di kota-kota besar di Indonesia ada yang menjadikan Bakso Malang sebagai menu utamanya.
Dalam satu mangkuk bakso malang, terdapat beragam isian. Selain bakso, ada juga tahu putih atau kulit, pangsit isi, tauge, mie, bihun, dan siomay.
Penggunaan bumbu yang tepat bisa menciptakan kelezatan pada kuah bakso sehingga mampu membangkitkan selera.
Bakso biasanya disajikan selagi panas dengan kuahnya yang banyak. Agar lebih mantap, biasanya orang menyantap bakso malang bersama sambal cabai yang bisa mengoyang lidah anda.

2. Orem-orem

Kota Malang dikenal akan produksi tempenya yang masif. Oleh karena itu, adalah wajib mencoba makanan khas Malang yang terbuat dari bahan dasar tempe.
Orem-orem adalah salah satu contoh kuliner asli Malang yang menggunakan bahan dasar sajian berupa tempe. Dahulu, orem-orem hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu, biasanya ketika pernikahan dan syukuran.
Orem-orem merupakan hidangan berkuah yang menyajikan irisan tempe goreng yang sudah dibumbui bersama ayam.
Penyajian orem-orem dilakukan di dalam mangkuk yang berisikan irisan tempe, ayam, dan kuah kental yang gurih dari santan.
Rasa dari kuah orem-orem mirip seperti sayur lodeh, tapi lebih pedas dan bisa ditambah dengan kecap manis serta sambal.
Agar makanan ini lebih mengenyangkan perut, maka warga Malang kerap menyantapnya bersama ketupat dan tauge.
Namun penjual orem orem di Malang sudah hampir jarang terlihat.

3. Bakso Bakar

Saat ini orang yang meskipun tidak mempunyai latar belakang yang kuat di bidang kuliner bisa melakukan kreasi pada beragam bahan pangan untuk dijadikan makanan yang unik dan khas.
Seperti di Malang, ada bakso bakar yang kian hari dianggap sebagai makanan khas Malang yang terkenal. Apakah anda pernah merasakan bakso bakar ini?
Pertama kali bakso bakar diperkenalkan oleh Soeparman, biasa dipanggil pak Man, lewat warung Bakso Bakar Pak Man miliknya yang berlokasi di Jl. Diponegoro No. 19 A, Malang.
Kehadiran warung bakso milik pak Man menambah ensiklopedia kuliner kota Malang. Bakso bakar yang disajikan oleh pak Man mempunyai ragam cita rasa, dari bakso rebus hingga bakar ada, tapi yang paling digemari adalah bakso bakarnya.
Alasannya, bakso yang dibakar mengeluarkan aroma yang lebih menggoda selera. Selain itu, pak Man juga memberikan level kepedasan pada bakso bakarnya, mulai dari yang tidak pedas, sedang, hingga sangat pedas.
Hingga kini, semakin banyak gerai gerai bakso bakar di Malang

4. Soto Lombok

Soto Lombok adalah makanan asli kota Malang, jadi sudah jelas kalau makanan ini bukanlah kuliner khas Lombok. Lombok yang berarti “Cabai” Orang biasanya menganggap kalau lombok yang melekat pada namanya menggambarkan rasa dari makanan ini yang pedas.
Padahal, lombok pada nama makanan ini merujuk pada lokasi warung sotonya yang berada di Jl. Lombok. Warung soto lombok sudah berdiri sejak tahun 1955. Di warung tersebut pembeli bisa menikmati cita rasa khas dari soto lombok.
Soto lombok berbeda dari soto-soto lainnya. Biasanya dalam satu mangkuk soto lombok terdiri dari ragam isian seperti kentang, daging ayam kampung, tauge, telur rebus, dan irisan kol.
Selain itu pada bagian kuahnya yang kental ditambah dengan taburan koya yang meningkatkan kelezatannya. Penyajian soto lombok biasa ditemani dengan beragam jenis kerupuk yang ukurannya besar-besar.

5. Pecel Pincuk

Penduduk kota Malang yang sudah diterpa lapar biasanya mencari pelarian ke warung-warung makan tradisional yang menjajakan pecel pincuk. Pecel pincuk merupakan hidangan favorit berisikan sayuran yang disajikan di atas pincuk.
Untuk kamu yang tidak tahu apa itu pincuk, pincuk adalah daun pisang yang digunakan sebagai alas pecel yang ditusuk dengan lidi pada salah satu sisinya.
Pecel pincuk berisikan aneka komposisi standar yang nikmat dan mengenyangkan seperti sayuran bayam, kacang panjang, tauge, dan yang tak lupa adalah guyuran sambal kacang.
Selain itu juga ada tambahan lain yang menjadi pembeda antara pecel pincuk khas Malang dengan pecel-pecel di daerah lain seperti irisan mentimun, daun kemangi, dan remahan rempeyek kacang.
Untuk lauknya bisa berupa telur dadar, tempe goreng, tahu goreng, atau gorengan bakwan.

6. Sate Kelinci

Apakah kamu pernah mengunyah bagaimana cita rasa dari daging kelinci? Jika belum, saat bertandang ke Malang, jangan sampai melewatkan salah satu makanan khas Malang berupa sate kelinci.
Sate kelinci menjadi sajian kuliner yang selalu menjadi incaran para wisatawan yang datang ke Malang.
Di sepanjang jalan yang menghubungkan Malang – Batu, ada banyak restoran atau rumah-rumah makan yang menjajakan menu sate kelinci.
Dilihat dari tampilannya, tak ada yang berbeda antara sate kelinci dengan sate daging hewan lainnya. Selain itu juga dari bumbu, sate kelinci hanya menggunakan bumbu kacang di mana banyak jenis sate yang juga menggunakan bumbu kacang.
Tapi yang menjadikannya lebih istimewa adalah penggunaan daging hewan yang tak biasa, yakni daging kelinci. Sate kelinci biasanya disajikan bersama lontong atau nasi hangat.
Selain nikmat, daging kelinci juga memiliki banyak khasiat loh! Salah satunya bisa menyembuhkan penyakit asma. Perpaduan empuknya daging dengan campuran beraneka macam bumbu bakal makin menggugah selera. Tidak hanya itu, pastinya harga Sate Kelinci juga murah meriah. Jadi, tidak perlu khawatir akan bikin kantong tipis jika mencicipi kuliner Malang ini.

7. Tempe Mendol

Mendol adalah salah satu varian tempe yang terkenal di Malang. Tempe mendol atau tempe penyet adalah makanan tradisional khas Malang berbahan dasar tempe yang diolah dengan ragam jenis bumbu sehingga menghasilkan panganan dengan cita rasa yang gurih.
Biasanya tempe mendol diolah untuk menjadi lauk pecel dan rawon, tapi ada juga orang yang suka menyantap tempe mendol tanpa disertai menu lain.
Namun masalahnya, saat ini penjual tempe mendol sudah berkurang sehingga masyarakat Malang terbiasa membuat sendiri di rumah jika ingin mengobati kerinduannya dengan makanan tradisional satu ini.

8. Ketan

Makanan khas Malang selanjutnya yang tidak boleh Anda lewatkan adalah Ketan. Ketan merupakan kuliner Malang yang terbuat dari olahan beras ketan. Sajian Ketan yang biasanya dinikmati dengan topping kelapa parut atau bubuk, maka saat di Kota Malang, ketan akan dihidangkan dengan berbagai variasi topping. Mulai ketan original, coklat, susu, durian,oreo, keju dan bermacam varian topping lainnya yang bisa anda campurkan sesuai selera.

9. Wedang Jahe

Apakah anda tahu wedang Jahe? Atau pernah memakan hidangan yang satu ini?

Suhu kota Malang yang terkadang membuat tulang terasa seperti ditusuk bisa diatasi dengan mencicip hidangan hangat semacam ini.
Wedang Jahe adalah makanan khas Malang yang berupa wedang hangat. Wedang angsle biasanya ramai ditemui saat malam tiba.
Wedang dalam khazanah kuliner Jawa sendiri dialamatkan untuk segala bentuk minuman panas yang terbuat dari air yang direbus bersama jahe, serai, dan gula jawa.
Bagi pecinta minuman hangat, mungkin akan teringat dengan sekoteng setelah meneguk secangkir Wedang Jahe.
Cita rasa Wedang Jahe yang dihasilkan dari jahe begitu khas.

10. Tahwa


Kota Apel ini juga mempunyai hidangan segar yang bisa membantu mengatasi tubuh yang kedinginan akibat hawa sejuk kota Malang. Hidangan tersebut adalah tahwa.
Tahwa tidak berbentuk seperti minuman, melainkan makanan ringan yang mempunyai kuah hangat. Tahwa adalah makanan peranakan Tionghoa yang sudah masuk ke Indonesia sejak lama
Tahwa juga kerap disebut dengan kembang tahu oleh masyarakat Indonesia, terutama di Malang. Hidangan ini berisikan tahu lembut yang bisa lumer di mulut yang direndam dalam kuah dari campuran jahe dan gula merah.
Saat sesuap kembang tahu masuk ke mulut menuju organ pengolah makanan di tubuh, terlebih dahulu tahwa menciptakan kehangatan di tenggorokan. Hidangan tradisional ini selalu ramai dibeli saat malam hari. Harga dari tahwa hanya dijual 4.000 rupiah saja.

11. Sego Goreng Mawut

Sego Goreng Mawut merupakan makanan khas Malang yang unik. Sego goreng artinya nasi goreng. Namun, yang membedakan nasi goreng dengan sego goreng mawut adalah campurannya yang beragam. Ada banyak campuran di sego goreng mawut ini. Mulai dari sayur, sosis dan ayam. Sego goreng mawut juga seringkali menambahkan mie dalam sajiannya. Paduan cita rasa nasi dan mie goreng menyatu. Biasanya saat makan juga akan disuguhi acar.

12. Rujak Cingur

Rujak cingur sendiri memiliki bahan utama dari cingur sapi atau mulut sapi yang diolah dan diberikan bumbu-bumbu rempah sehingga memberikan rasa yang sangat nikmat.

Dalam penyajianya, makanan khas Malang ini disajikan dengan sayuran, irisan tahu, irisan tempe, toge, kacang panjang dan kerupuk. Juga tak lupa disiram menggunakan saus petis yang kental dan sangat khas rujak.

13. Tahu Campur

Tahu campur merupakan makanan khas Malang yang sering kali dijajakan pada malam hari. Biasanya dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjualan keliling kampung.

Makanan ini memiliki rasa yang unik dibandingkan dengan makanan yang memiliki bahan dasar sama dari tahu. Tahu campur menggunakan saus petis yang memiliki rasa yang sangat unik.

Dalam sajiannya, tahu campur berisikan tauge mie, dan sawi, ada juga yang ditambah dengan kerupuk dan disiram menggunakan saus petis yang sangat lezat.

Itulah makanan makanan khas Malang yang wajib dicoba apabila singgah ke Malang.

2 thoughts on “Kuliner Khas Malang yang Wajib Dicoba apabila Singgah di Malang.

Tinggalkan Balasan