Juni 17, 2024
Home » Mengenal Flu Singapura, Gejala dan Faktor Resiko

Belakangan ini masalah flu Singapura kembali menghantui para orang tua. Sebab, ada banyak sekali kasus yang melibatkan para anak-anak. Tak jarang mereka harus mendapatkan perawatan lebih intensif agar bisa sembuh dan terhindar dari bahaya yang lebih besar.

Namun, sebenarnya seperti apa masalah yang bisa kita temukan jika terjangkit penyakit ini? Apakah hanya menginfeksi anak-anak saja? Apakah juga bisa menyebar kepada orang tua? Agar tidak ada kasus yang lebih banyak dan berbahaya, mari simak langkah pencegahan dan pembahasannya di artikel kali ini.

Apa Itu Flu Singapura?

Flu Singapura, atau dikenal dengan nama medis “Hand, Foot, and Mouth Disease” (HFMD), adalah infeksi virus yang umumnya menyerang anak-anak, terutama di bawah usia 5 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa jenis virus dari famili Picornaviridae, terutama coxsackievirus A16 dan enterovirus 71 (EV71).

Penyebab

  • Virus: Coxsackievirus A16 adalah penyebab paling umum, sementara Enterovirus 71 juga sering terlibat dan dapat menyebabkan gejala yang lebih parah.

Gejala

  • Demam: Sering menjadi gejala pertama yang muncul.
  • Luka di Mulut: Sariawan atau ulkus kecil yang menyakitkan di dalam mulut, lidah, dan gusi.
  • Ruam: Bintik merah yang bisa menjadi lepuh di tangan, kaki, dan terkadang di pantat atau daerah genital.
  • Nyeri Tenggorokan: Bersama dengan penurunan nafsu makan dan perasaan tidak enak badan secara umum.

Penyebaran

  • Kontak Langsung: Melalui kontak langsung dengan cairan dari hidung, tenggorokan, dan lepuh penderita.
  • Feses: Virus juga dapat menyebar melalui kontak dengan tinja orang yang terinfeksi.
  • Permukaan Tercemar: Menyentuh permukaan atau benda yang telah terkontaminasi oleh virus.

Pencegahan dan Pengobatan Flu Singapura 

Masa inkubasi biasanya antara 3 hingga 6 hari setelah terpapar virus. Jika anda atau ada anggota keluarga terkena penyakit ini. Maka berikut cara mengobati dan mencegahnya:

Pengobatan

  • Simptomatik: Tidak ada obat khusus untuk HFMD, sehingga pengobatan difokuskan pada mengurangi gejala.
  • Istirahat: Penderita disarankan untuk banyak istirahat.
  • Hidrasi: Penting untuk memastikan penderita tetap terhidrasi dengan baik.
  • Obat Pereda Nyeri: Seperti paracetamol atau ibuprofen untuk mengurangi demam dan nyeri.

Pencegahan

  • Kebersihan: Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, terutama setelah mengganti popok atau menggunakan toilet.
  • Desinfeksi: Membersihkan dan mendesinfeksi permukaan dan mainan yang sering disentuh anak-anak.
  • Hindari Kontak: Menjauhkan anak-anak yang terinfeksi dari lingkungan sekolah atau tempat bermain sampai mereka sembuh total.

Komplikasi

  • Dehidrasi: Karena luka di mulut dapat menyebabkan kesulitan menelan.
  • Infeksi Sekunder: Lepuh yang terinfeksi bakteri.
  • Komplikasi Saraf dan Jantung: Jarang terjadi, namun Enterovirus 71 dapat menyebabkan komplikasi serius seperti meningitis atau encephalitis.

Flu Singapura sering muncul dalam bentuk wabah di daerah tropis dan subtropis, termasuk di negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Wabah biasanya terjadi pada musim panas dan awal musim gugur. Dengan memahami gejala, penyebab, dan cara pencegahannya, kita dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi penyebaran penyakit ini.

Apakah Hanya Menginfeksi Anak-Anak Saja?

Flu Singapura, atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), tidak hanya menginfeksi anak-anak, meskipun anak-anak, terutama yang berusia di bawah 5 tahun, merupakan kelompok yang paling rentan terhadap infeksi ini. Berikut penjelasan lengkap mengenai rentang usia dan kelompok yang bisa terinfeksi:

  • Paling Rentan: Anak-anak, terutama yang berusia di bawah 5 tahun, adalah kelompok yang paling sering terinfeksi. Sistem kekebalan mereka yang belum sepenuhnya berkembang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi virus ini.
  • Gejala Lebih Parah: Pada anak-anak, gejala seringkali lebih jelas dan lebih parah, termasuk demam tinggi, luka di mulut, dan ruam di tangan dan kaki.
  • Kurang Rentan: Orang dewasa lebih jarang terinfeksi karena biasanya sudah memiliki kekebalan terhadap virus penyebab HFMD, baik melalui infeksi sebelumnya atau paparan lingkungan.
  • Gejala Ringan atau Tanpa Gejala: Jika terinfeksi, gejala pada orang dewasa cenderung lebih ringan atau bahkan tidak ada gejala sama sekali.

Faktor Risiko

  • Individu dengan Sistem Kekebalan Lemah: Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti penderita penyakit kronis atau mereka yang menjalani pengobatan imunosupresif, mungkin lebih rentan terhadap infeksi dan mengalami gejala yang lebih parah.

Meskipun HFMD paling umum dan seringkali lebih parah pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, penyakit ini tidak eksklusif untuk kelompok usia ini. Orang dewasa, remaja, dan anak yang lebih tua juga dapat terinfeksi, meskipun dengan gejala yang cenderung lebih ringan atau tanpa gejala sama sekali. Pencegahan melalui kebersihan yang baik dan menghindari kontak dengan individu yang terinfeksi adalah langkah kunci dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini di semua kelompok umur.

Tinggalkan Balasan