Mei 18, 2024
Home » Penyakit Pneumonia yang Marak Terjadi

Baru baru ini terdapat wabah pneumonia yang telah menggegerkan masyarakat China dan dunia, tak terkecuali Indonesia.
Wabah ini awalnya menyerang anak anak di China yang membuat Rumah sakit di kota China kewalahan menangani kasus pneumonia tersebut.
Mulai Oktober 2023, China melaporkan peningkatan kasus respirasi pada anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, mayoritas kasus pneumonia di China disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae.
Dalam artikel kali ini akan kita bahas mengenai Penyakit Pneumonia yang Marak Terjadi akhir akhir ini.

Tahu Tidak Apa sih Pneumonia Itu?

Nah, Pneumonia ini adalah peradangan pada paru dengan gejala seperti demam dan batuk.
Pneumonia di kenal dengan istilah paru paru basah. Pada kondisi ini, infeksi menyebabkan peradangan pada kantong kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru paru. Akibatnya, alveoli di penuhi cairan atau nanah sehingga membuat penderitanya sulit bernapas.

Risiko Penyakit Pneumonia

Penyakit yang satu ini bisa menyerang siapa saja lho! Namun, Anak anak pada umumnya lebih berisiko terkena pneumonia karena sistem imunitas tubuh mereka yang masih lemah dan belum terbentuk secara sempurna.

Pada anak anak, ada beberapa hal yang bisa membuat daya tahan tubuh anak menjadi lebih lemah, yaitu:

1.Tidak mendapatkan air susu ibu (ASI)
2.Malnutrisi atau kurang gizi
3.Adanya Infeksi tertentu, seperti HIV dan campak
4.Pemberian Imunisasi yang kurang lengkap atau tidak memperoleh vaksin pneumonia
5.Bayi yang Terlahir secara prematur

Nah, pada anak anak itulah yang bisa membuat daya tahan tubuhnya menjadi lebih lemah.
Sejumlah faktor lingkungan juga dapat meningkatkan risiko anak terkena pneumonia, misalnya paparan debu atau asap rokok, tinggal di pemukiman padat penduduk dan polusi udara.

Gejala Gejala Pneumonia

Saat mengalami pneumonia, akan mengalami beberapa gejala gejala sebagaimana berikut ini:

Batuk dan pilek
Demam
Sakit tenggorokan
Napas berbunyi atau mengi
Mual atau muntah
Diare
Nafsu makan menurun
Lemas dan sulit konsentrasi
Pada kasus yang parah pada anak, pneumonia juga bisa menyebabkan anak mengalami kondisi bibir dan kuku yang tampak kebiuran atau sianosis dan kulit pucat akibat kekurangan oksigen.

Langkah Penanganan Pneumonia

Pneumonia ini memang perlu di kenali sejak dini dan di periksakan ke dokter secepatnya agar tidak semakin parah dan memburuk. Jika tubuh menunjukkan gejala gejala pneumonia, Anda perlu segera memeriksakan kondisi ke dokter ya!
Untuk memastikan diagnosis pneumonia biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, tes pcr, tes urine, dan foto Rontgen dada. Namun, pada kasus tertentu, dokter juga akan melakukan bronkoskopi.
Umumnya untuk menangani Pneumonia ini dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk menangani pneumonia akibat infeksi bakteri, obat antivirus untuk pneumonia akibat infeksi virus, dan obat antijamur untuk pneumonia yang disebabkan oleh infeksi jamur.
Selain itu, untuk menurunkan gejala demam, dokter juga bisa memberikan obat pereda demam, seperti ibuprofen atau paracetamol.
Jika kondisi sudah lemah atau pneumonia yang dialaminya cukup parah, dokter akan memberikan anak terapi oksigen dan cairan infus, serta obat obatan melalui suntikan.
Saat sedang sakit, Penderita Pneumonia perlu mendapatkan asupan makanan dan minuman yang cukup dan bergizi tinggi agar kondisi penderita bisa segera membaik.

Cara Cara Mencegah Pneumonia

Pencegahan Pneumonia ini memang bisa di lakukan dengan banyak hal. Hati hati, Pneumonia dapat menular melalui percikan ludah ketika batuk atau bersin, melalui penggunaan peralatan makan dan minum bersama dengan penderitanya. Dan hal hal lain yang berhubungan secara langsung dengan penderita.

Untuk orang dewasa tentunya banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit Pneumonia ini. Cara nya antara lain:

1. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Menerapkan pola hidup sehat merupakan salah satu pencegahan terbaik terhadap infeksi penyakit pneumonia. Menerapkan Pola Hidup sehat akan efektif meningkatkan sistem kekebalan tubuh, caranya dengan melakukan olahraga secara teratur, mengikuti diet sehat, mengonsumsi buah dan sayuran, istirahat dan tidur yang cukup.

2. Tidak Merokok

Bahaya merokok sangat besar lho! Merokok dapat menyakiti paru paru dan bahkan bisa menimbulkan infeksi pneumonia lho! Perokok berisiko lebih besar terkena pneumonia yang mengancam jiwa dan komplikasi penyakit lainnya.

3. Memakai Masker dan Alat pelindung diri

Cara terbaik untuk mencegah adalah dengan menggunakan masker selalu, melindungi diri dari paparan polusi dan penyakit yang ditimbulkan oleh virus virus jahat di sekitar.

4. Merapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Biasakan setiap anggota keluarga  untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, contohnya seperti menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, seringkali mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap akan dan selesai melakukan aktivitas, tidak merokok dll. Pastikan juga Anda menjaga kebersihan rumah dan mengolah makanan secara bersih dan higienis.

Selain itu, Untuk anak anak agar terhindar dari penyakit ini, ada beberapa langkah pencegahan pula yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Cukupkan kebutuhan gizi terbaik anak

Untuk Bayi, sebaiknya memberikan ASI pada bayi setidaknya selama 6 bulan pertama. Namun labih baik lagi bila bisa dilakukan selama dua tahun. Asi ini sangat penting untuk menguatkan daya tahan tubuh anak secara alami dalam melawan penyakit. Ketika sudah berusia 6 bulan ke atas, cukupi juga kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.

2. . Jangan meninggalkan imunisasi anak


Sebaiknya lengkapi imunisasi anak, khususnya dengan memberikan vaksin pneumonia yang efektif untuk menurunkan risiko terkena penyakit ini. Selain imunisasi imunisasi penting lainnya seperti vaksin influenza, vaksin Hib, vaksin campak, dan vaksin DPT.

Nah, itulah pembahasan kita kali ini tentang Penyakit Pneumonia yang Marak Terjadi akhir akhir ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan semoga kita semua dapat terhindar dari penyakit tersebut. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Tinggalkan Balasan