April 13, 2024
Home » Lansia SERING LUPA? Kenali dan Cegah Demensia Alzheimer dengan DUGEM!

Pernah menemui seorang Lansia yang sering lupa atau menunjukkan gejala gelaja yang tidak wajar dalam proses komunisasi dengannya?
Sekitar 60-70 persen dari kasus demensia atau pikun merupakan Alzheimer.
Demensia Alzheimer atau lebih dikenal dengan Alzheimer merupakan salah satu bagian dari demensia yang paling banyak ditemui.
Orang dengan penyakit Alzheimer mengalami penurunan fungsi otak termasuk fungsi kognitif yang meliputi kemampuan daya ingat, berbahasa, fungsi visuospatial dan fungsi eksekutif menurun.
Penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini hanya bisa diperlambat perkembangannya melalui obat-obatan namun tidak bisa disembuhkan secara total.
Oleh karena itu, sebelum hal ini terjadi pada diri kita atau kepada keluarga kita, kita cari tahu pentingnya untuk segera melakukan deteksi dini kepada spesialis saraf jika menemukan gejala-gejala demensia Alzheimer.

Berikut ini adalah gejala demensia Alzheimer yang kita jabarkan dari kalimat ‘SERING LUPA‘, Berikut Kepanjangannya:

Sulit Memahami Ruang dan Tempat


Hal ini membuat penderita kerap bingung di mana mereka berada dan bagaimana mereka sampai di sana. Karena itu, mereka seringkali tidak tahu jalan kembali pulang ke rumah setelah lama berjalan keluar, sehingga mereka kerap tersasar di suatu tempat dan tidak bisa kembali pulang.

Enggan Bergaul


Penderita akan cenderung menarik diri dari pergaulan. Mereka akan kehilangan semangat ataupun inisiatif untuk melakukan suatu aktivitas ataupun hobi yang biasa dilakukannya. Biasanya penderita Alzheimer ini kehilangan semangat hidup yang juga diiringi dengan hilangnya semangat untuk berkumpul dan bersosialisasi dengan teman atau keluarga.

Ruang dan Waktu Sulit dikenali


Disorientasi ini juga tak hanya terkait tempat tetapi juga pada waktu. Mereka akan membedakan waktu, jam apakah sedang sore hati atau siang hari karena mereka sering kali lupa apa yang telah mereka lakukan sebelumnya.

Ingatan Terganggu


Salah satu gejala paling menonjol adalah sering lupa akan berbagai hal seperti hal yang baru saja terjadi, tempat parkir, hingga janji. Selain itu, mereka juga cenderung mengulang-ulang cerita yang sama dalam suatu percakapan. Tak seperti orang pada umumnya yang juga kadang lupa akan sesuatu, mereka memiliki frekuensi lupa yang sangat tinggi.

meNentukan Keputusan yang salah


Ciri paling menonjol lain pada penderita Alzheimer ialah berpakaian tidak serasi. Mereka bisa menggunakan kaos kaki berwarna merah di kiri dan kaos kaki berwarna biru di kanan tanpa merasa ada masalah.
Di samping itu mereka tidak dapat memperhitungkan pembayaran secara tepat dalam bertransaksi. Sehingga kerap memberikan jumlah yang tidak sesuai atau jumlah uang yang jauh lebih banyak dari jumlah yang seharusnya dibayarkan.

Gangguan Berkomunikasi


Dalam berkomunikasi mereka akan merasakan kesulitan untuk berbicara dan mencari kata yang tepat. Karena itu, tak jarang mereka berhenti di tengah percakapan dan bingung untuk melanjutkan kalimat yang hendak dibicarakan.

Lupa Dimana Menaruh Barang


Gejala ini yakni lupa di mana mereka meletakkan sesuatu. Tak jarang mereka akan menuduh orang lain mencuri atau menyembunyikan barang tersebut padahal mereka sendiri yang biasanya meletakkan barang tersebut tidak pada tempatnya.

Untuk Fokus Sulit


Kesulitan fokus ini menyebabkan penderita mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas, pekerjaan sehari-hari seperti memasak hingga menggunakan telepon. Akibat kesulitan fokus ini, mereka juga sulit untuk melakukan perhitungan yang sederhana dan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk melakukan suatu pekerjaan.

Perubahan Perilaku dan Kepribadian


Dari perilaku dan kepribadian yang umum dan wajar dilakukan, kini bisa menjadi aneh dan tidak sama lagi karena aktivitas Sehari hari sudah sulit untuk mereka lakukan.

Dari perilaku dan kepribadian yang umum dan wajar dilakukan, kini bisa menjadi aneh dan tidak sama lagi. Perubahan kepribadian secara mendadak merupakan dampak dari terganggunya kemampuan mengingat dan berpikir seseorang. Hal ini menyebabkan bagian otak yang mengatur soal emosi dan dan kontrol diri juga ikut terganggu.

Aktivitas Sehari Hari Sulit Dilakukan

Mereka akan merasakan kesulitan untuk merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari yang sebelumnya mudah untuk dilalukan. Hal ini ditunjukkan dengan kebingungan untuk cara mengemudi, memasak hingga sulit mengatur keuangan.

Faktor Alzheimer

Beberapa Faktor yang dapat Memicu terjadinya Demensia Alzheimer

Usia

Demensia telah lama dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif otak sebagai efek samping penuaan alami. Itu sebabnya semakin tua usia seseorang, semakin besar risiko mengalami demensia.
Penyebab alzheimer salah satunya adalah usia, penyakit alzheimer rentan diidap oleh orang-orang yang telah berusia di atas 65 tahun (terlebih lagi bagi mereka yang berusia di atas 80 tahun). Akan tetapi, terdapat sebuah kasus yang terjadi terdapat 5% pengidappenyakit alzheimer adalah orang-orang yang berusia 40-65 tahun.

Keturunan / Genetik

Selain faktor penyebab alzheimer adalah usia, faktor lainnya juga bisa berasal dari keturunan/genetik dari garis keluarga. Faktor genetik merupakan salah satu faktor penyebab alzheimer yang bisa muncul sedikit tinggi, dibandingkan dengan faktor lainnya.

Jenis Kelamin
Faktor penyebab alzheimer selanjutnya adalah jenis kelamin. Biasanya wanita lebih memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan pria. Mengapa? Karena, harapan hidup wanita lebih besar dibandingkan dengan wanita.

Malas Berolahraga

Penyebab lain yang bisa meningkatkan risiko demensia atau penyakit pikun adalah malas olahraga. Pasalnya, minim waktu berolahraga dapat meningkatkan risiko kita terhadap berbagai penyakit kronis yang memengaruhi fungsi otak.

Misalnya saja, penyakit jantung, gangguan sirkulasi darah, perut buncit dan obesitas, hingga diabetes — semua hal ini merupakan faktor risiko dari demensia. Jadi, jika selama ini kita selalu menunda-nunda untuk mulai olahraga, ada baiknya untuk segera bulatkan niat dan mulai rencanakan jadwal olahraga.

Pola Makan Tidak Sehat

Pola makan Anda selama ini secara tidak langsung juga ikut jadi penyebab meningkatnya risiko demensia di masa depan. Kebanyakan makan makanan berlemak, yang terlalu banyak garam, juga terlalu banyak asupan gula dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang memengaruhi kesehatan jantung, pembuluh darah, dan otak.

Di samping itu, pola makan yang buruk juga bisa menyebabkan rendahnya kadar vitamin D, vitamin B-6, vitamin B-12 dan folat yang dapat memicu penyakit pikun di kemudian hari.

Cegah Demensia Alzheimer Dengan ‘DUGEM

Dengan Makanan Sehat

Makanan yang berpengaruh langsung terhadap demensia sampai saat ini belum terbukti melalui penelitian, tetapi beberapa jenis makanan harus dihindari berdasarkan faktor risiko terjadinya demensia, seperti makanan yang berminyak, makanan yang terlalu manis atau asin karena dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kardiovaskular yang berpotensi menyebabkan terjadinya demensia.

Bukan jenis makanan yang berisiko tinggi, namun kandungannya. Misalnya makanan berkadar gula tinggi, akan menyulitkan pengendalian kadar gula darah sehingga meningkatkan risiko gangguan aliran darah di otak. Makanan berkadar garam tinggi akan meningkatkan tekanan darah, juga kurang baik untuk menjaga stabilitas aliran darah ke otak.Makanan berkadar lemak jenuh tinggi juga akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga mengganggu kelancaran aliran darah otak.

Makanan adalah bahan bakar untuk otak & tubuh. Kita dapat membantu keduanya berfungsi dengan baik dengan makan makanan yang sehat & seimbang. Riset menunjukkan bahwa diet tipe Mediterania, kaya sereal, buah-buahan, ikan, kacang-kacangan & sayuran dapat membantu mengurangi risiko demensia. Sementara studi lebih lanjut diperlukan pada manfaat makanan atau suplemen tertentu, namun kita tahu bahwa makan banyak makanan yang tinggi lemak jenuh, gula & garam dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi & sebaiknya dihindari.

Mengkonsumsi Sayur dan buah dapat menyehatkan tubuh dan memperbaiki pola lemak darah.

Usahakan Tidur yang Cukup

Istirahat yang cukup dapat mengistirahatkan otak selama beberapa waktu. Pola tidur dan jam istirahat mempengaruhi perkembangan otak.

Gencar Beraktivitas dan Olahraga

Rutin Beraktivitas dan berolahraga membuat tubuh sehat dan bugar tidak terkecuali otak yang juga terangsang. Rangsangan ini membuat neuron bertambah banyak. Penelitian ini juga membuktikan, dengan berolahraga teratur bagian otak yang tidak aktif dan jarang digunakan, menjadi aktif. Hal ini meningkatkan fungsi dan kinerja otak.

Kegiatan sosial juga bermanfaat bagi kesehatan otak karena mereka menstimulasi otak kita, membantu mengurangi risiko demensia dan depresi. Cobalah dan luangkan waktu untuk teman dan keluarga.

Edukasi dan Informasi

Pentingnya edukasi mengenai cara pencegahan Demensia Alzheimer akan mencegah terserangnya penyakit ini. Edukasi seputar kehidupan bersosialisasi dan juga tentang cara cara berbahagia termasuk selalu bersyukur juga akan mencegah datangnya Demensia Alzheimer. Jika fikiran digunakan untuk menampung banyak beban, akan beresiko tinggi terhadap penyakit ini. Pikiran negatif seperti galau dan stres yang dibiarkan dalam waktu lama akan membuat risiko Alzheimer semakin besar.

Menghindari Rokok dan Alkohol

Merokok, mengkonsumsi alkohol, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes & obesitas semuanya merusak pembuluh darah & meningkatkan risiko terkena stroke/ serangan jantung, yang dapat berkontribusi mengembangkan demensia di kemudian hari.

Itulah pembahasan mengenai Demensia Alzheimer yang sedini mungkin dapat kita cegah kehadirannya. Semoga kita dan keluarga terhindar dari penyakit ini.

Tinggalkan Balasan