
Sembelit adalah permasalahan yang kerap menimpa bayi MPASI. Jadi banyak mitos dan fakta yang harus diketahui para orang tua termasuk desas desus terkait bagian inti dari wortel. Banyak orang tua khawatir bagian tengah wortel sebabkan sembelit pada bayi MPASI. Inti wortel (bagian pith yang lebih pucat di tengah) sering dituduh biang keladi sulit BAB. Apakah kekhawatiran ini mitos atau fakta ilmiah? Mari kita bahas berdasarkan temuan medis terkini.
Serat dalam Wortel: Teman atau Musuh Pencernaan Bayi?
Wortel dikenal kaya serat dan nutrisi. Satu wortel besar mengandung sekitar 1,2 gram serat tidak larut. Serat tidak larut biasanya membantu pencernaan dengan menarik air ke usus dan membuat feses lebih lunak. Medical Journal melaporkan bahwa serat wortel yang cukup justru mencegah bayi sembelit karena melancarkan BAB. Wortel juga kaya vitamin (A, K, C) dan mineral yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Jadi, secara umum wortel adalah MPASI bergizi yang ramah di perut bayi.
Namun, ada dua jenis serat dalam sayur: serat larut dan serat tidak larut. Serat larut (misalnya pektin pada wortel) membentuk gel dan melembekkan feses. Sebaliknya, serat tidak larut (seperti selulosa dan lignin) tidak hancur di usus. Serat tidak larut menambah bulk feses dan pada orang dewasa membantu “menyapu” usus. Tetapi pada bayi dengan usus yang belum matang, kelebihan serat kasar bisa jadi tantangan.
Benarkah Bagian Tengah Wortel Sebabkan Sembelit?
Bagian tengah wortel punya tekstur lebih keras dan serat lebih kasar dibanding bagian luarnya. Penelitian dalam Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition menunjukkan serat tidak larut berlebih dapat meningkatkan risiko sembelit pada bayi. Serat jenis ini menyerap banyak cairan di usus dan membuat feses padat. Inti wortel juga mengandung lignin, komponen serat tumbuhan yang sulit dicerna bayi. Kombinasi serat tidak larut dan lignin ini berpotensi mengeraskan feses bayi, sehingga susah dikeluarkan. Akibatnya, bayi bisa rewel karena perut tidak nyaman saat sembelit.
Pakar gizi dr. Tan Shot Yen menjelaskan hal senada. Ia menyebut ada bagian sayur yang sebaiknya dibuang agar tidak bikin sembelit. “Akar di tengah wortel atau sulur di buncis wajib dibuang dulu sebelum diolah. Bagian itu mengandung serat kasar yang sulit tercerna, bisa menyebabkan sembelit,” ujarnya. Meski tidak semua bayi otomatis sembelit karenanya, bayi dengan pencernaan sensitif bisa terdampak. Terlebih bila asupan cairan bayi kurang, serat kasar tanpa cukup air ibarat “spons” yang mengeringkan feses.
Tips Mengolah Wortel MPASI agar Aman
Gambar: Inti wortel (bagian tengah berwarna lebih pucat) sebaiknya dibuang sebelum diolah untuk MPASI.
Agar si Kecil mendapat manfaat wortel tanpa risiko sembelit, perhatikan cara mengolahnya:
- Buang bagian tengah wortel. Setelah dikupas, belah wortel memanjang dan keruk inti yang keras. Langkah sederhana ini mengurangi serat lignin penyebab sembelit.
- Masak hingga benar-benar lunak. Kukus atau rebus wortel sampai teksturnya lembut. Wortel lunak lebih mudah dicerna bayi.
- Haluskan dengan baik. Blender atau lumatkan wortel hingga menjadi pureé lembut tanpa potongan kasar. Tekstur halus mencegah serat besar mengiritasi usus bayi.
- Padukan dengan makanan berserat larut. Campur pureé wortel dengan buah tinggi serat larut seperti pir atau pepaya. Serat larut akan membantu melunakkan feses, menyeimbangkan serat tidak larut wortel.
- Pastikan kecukupan cairan. Beri ASI, susu, atau air (sesuai usia bayi) yang cukup. Cairan membantu serat bekerja optimal dan mencegah feses mengeras.
Dengan pengolahan yang tepat, wortel tetap bisa menjadi MPASI andalan tanpa bikin si Kecil sembelit. Bahkan, wortel yang kaya gizi dapat mendukung kesehatan pencernaan bayi bila diberikan dengan benar.
Inti wortel yang keras mengandung serat tidak larut dan lignin tinggi, sehingga berpotensi memicu sembelit pada bayi. Namun, bukan berarti wortel harus dihindari. Wortel utuh sebenarnya baik untuk pencernaan bayi karena kaya serat dan nutrisi. Kuncinya ada pada cara penyajian. Buang bagian tengah wortel dan olah hingga lunak agar lebih ramah di perut bayi. Selalu awasi reaksi si Kecil setiap mengenalkan makanan baru. Dengan cara yang tepat, orang tua bisa memanfaatkan kebaikan wortel tanpa khawatir bayi sembelit.
Leave Your Comment:
Anda harus masuk untuk berkomentar.