April 13, 2024
Home » Cara Efektif Untuk Memantau Pergaulan Remaja

Ingin mengarahkan para remaja pada hal-hal yang positif dan terhindar dari banyak hal negatif? Maka, cara memantau pergaulan remaja yang akan dibahas berikut bisa dicoba serta diterapkan. Karena, remaja sendiri adalah masa transisi yang patut dipantau agar tidak salah jalan, bukan?

Karena para orang tua dan anak-anak bahkan tidak terlahir di era yang sama. Ada banyak perbedaan yang mungkin mendasari perubahan cara berpikir dan pergaulan mereka. Namun, semua hal juga harus disesuaikan dengan tuntutan zaman.

Sehingga, para orang tua harus tahu cara mendidik dan memantau pergaulan remaja tersebut. Sebab, jika tidak bisa menempatkan diri dengan baik, maka anak-anak dan remaja hanya akan menjauh dan semakin tidak terkendali. Misalnya saja terjerumus pada masalah pergaulan remaja yang tidak baik.

Para orang tua harus tahu tentang masalah narkoba, pergaulan bebas dan musuh utama pergaulan remaja lainnya. Jika tidak dipantau dengan baik maka bukan tidak mungkin anak-anak akan ikut terjerumus. Lantas, bagaimana cara paling bagus untuk memantau pergaulan remaja ini?

Cara Efektif Memantau Pergaulan Remaja Agar Lebih Terarah

Berikut beberapa cara yang bisa digunakan oleh para orang tua. Tentunya, cara-cara yang dijabarkan di bawah ini sudah dipelajari dengan baik dan sesuai dengan tuntutan zaman. Jadi, bisa digunakan dan diterapkan oleh setiap orang tua kok.

Jangan Overprotective

Hal pertama yang sering dikeluhkan dan tidak disukai oleh para remaja adalah orang tua yang terlalu mengekang. Sebenarnya, mengekang sendiri perlu dan baik untuk anak-anak atau kalangan remaja. Namun, bagaimana jika keterlaluan?

Dimana mereka merasa semuanya serba dilarang. Ingin ini tidak boleh, ingin itu dilarang keras. Pastinya menjadi semakin tidak enak di posisi sang anak, bukan? Hal semacam ini malah berujung pada masalah baru, loh.

Dimana mereka akan melakukan banyak hal secara diam-diam dan tidak memberitahukan kepada orang tuanya. Karena apa? Karena jika diberitahukan maka akan selalu mendapatkan larangan, bukan? Jadi, jadilah orang tua yang tegas namun tidak terlalu overprotective.

Pastinya para orang tua lebih ingin anak mereka mengakui atau meminta izin terlebih dahulu, bukan? Sebab lebih bisa dikendalikan dan tidak sulit menemukan apa yang disembunyikan anak-anak secara diam-diam nantinya.

Memantau Pergaulan Remaja Dengan Memposisikan Diri Menjadi Teman

Kemudian, cara berikutnya yang bisa digunakan oleh para orang tua untuk menjadi teman anak-anak mereka. Untuk mendidik anak-anak atau para remaja yang mulai mencari jati diri mereka bukanlah hal mudah. Untuk itu, orang tua diharapkan bisa memposisikan diri mereka dengan baik.

Tidak selamanya mendidik harus dengan bersikap otoriter dan harus selalu disegani. Namun, pandai-pandailah membuat anak-anak merasa nyaman dan tidak tertekan jika berbicara dan bercerita. Jadi, lebih bagus jika orang tua bisa merangkap menjadi teman atau sahabat terbaik untuk anak-anak mereka.

Sebab jika anak merasa lebih aman dan tidak terancam. Maka, mereka akan secara sukarela bercerita, berkeluh kesah dan menyampaikan banyak hal kepada orang tua mereka. Ketimbang mereka menyembunyikan nya lebih baik mendengar keluhan demi keluhan tersebut, bukan?

Jika sudah dipercayai oleh para remaja, maka setiap ibu dan ayah bisa dengan mudah memberikan solusi. Secara tidak langsung bisa juga memantau apakah pergaulan mereka masih dalam zona hijau (normal-aman) atau tidak.

Menjaga Privasi Anak

Membangun kepercayaan antara orang tua dan anak sangat penting. Sayangnya tidak semua keluarga beruntung mendapatkan keberkahan ini. Tidak sedikit orang tua dan anak yang sulit untuk saling berbagi. Banyak anak yang memilih bersikap tertutup.

Kenapa? Karena salah satu masalahnya disebabkan oleh krisis kepercayaan. Kemungkinan besar para orang tua lupa akan privasi anak yang tidak boleh sembarangan di umbar-umbar walaupun ke keluarga besar sekalipun.

Kenali Teman-Teman Anak

Salah satu cara paling mudah dalam memantau pergaulan remaja adalah dengan melihat siapa saja teman mereka. Orang tua harus tahu dengan siapa anak remajanya sering hangout dengan melihat siapa saja teman-teman dari sang anak, maka bisa disimpulkan bagaimana pergaulan mereka.

Jika dirasa kurang baik dan membawa dampak buruk, maka jangan langsung membatasi pergaulan sang anak tersebut. Namun, lakukan pendekatan secara perlahan. Berikan informasi tentang baik dan buruknya jenis pergaulan dan teman-teman yang sekarang mereka dekati.

Usahakan untuk memberikan pengertian dan memberikan tanggung jawab serta kepercayaan pada anak. Sebab, masa remaja bukan lagi anak-anak kecil yang harus diarahkan secara langsung apa yang harus mereka lakukan. Yang terpenting berikan arahan dan secara perlahan pengaruhi untuk bergaul dengan teman-teman terbaik.

Jangan Lupakan Family Time!

Kemudian, hal penting lainnya yang menjadi ritual bagi keluarga adalah family time. Kebanyakan orang tua kadang hanya sibuk dengan pekerjaan, hobi dan kesenangan masing-masing. Mereka lupa memberikan perhatian serta kasih sayang bagi anak-anak mereka.

Walaupun mungkin para remaja tidak akan merengek meminta waktu bagi orang tua mereka seperti anak kecil. Tapi tetap saja mereka membutuhkan keharmonisan dan rasa kasih sayang tersebut. Jadi, setidaknya luangkan waktu sejenak untuk menghabiskan bersama keluarga.

Ajarkan dan Tanamkan Nilai Moral

Kemudian, hal terakhir yang disarankan bagi orang tua yang ingin memantau pergaulan remaja, harus memberikan pengajaran tentang nilai moral. Banyak sekali kalangan remaja dewasa ini minim moral dan tidak mengerti akan adab, bukan? Karena itu, sebagai sekolah pertama orang tua harus berani mengajarkan hal tersebut.

Tanamkan sedari dini mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi, semakin mereka dewasa walaupun jauh dari orang tua. Maka, mereka tidak akan lupa akan nilai-nilai moral tersebut. Mereka juga lebih bisa menjaga diri.

Apalagi terhadap banyaknya masalah pergaulan yang membuat orang tua harus memantau pergaulan remaja tersebut. Mulai dari pergaulan bebas, hingga masalah penyalahgunaan narkoba yang kian merajalela.

Tinggalkan Balasan