Mei 22, 2024
Home » Poligami Solusi HIV, Efektifkah?

Poligami solusi HIV? Siapa nih yang baca berita dengan isi yang kontroversial seperti ini? Saking banyaknya berita tentang hal serupa, jadi trending topik di Twitter jg loh! Dari dulu memang, istilah tentang memiliki lebih dari satu istri ini pro dan kontra. Banyak yang menentang dan banyak juga yang menganjurkan.

Sayangnya, poligami ini sekarang banyak digunakan untuk hal yang salah. Seperti memperistri banyak gadis dan tidak berbuat adil. Namun, kali ini kita tidak akan membaha soal poligami dan hukum Islam. Sebab, mimin sendiri bukan ahli agama ya gais. 

Namun, kita akan membahas solusi penyebaran HIV dengan berpoligami ini. Benarkah? Nah, tanpa banyak basa-basi lagi. Yuk kita bahas tentang apa itu pencegahan HIV yang paling tepat apakah benar dengan memperbanyak istri?

Tepatkah Poligami Sebagai Solusi HIV?

Kita sudah bahas sebelumnya tentang penyebab dan penyebaran HIV bukan? Dan, salah satu metode penularan memang melalui hubungan seksual. Dan mengapa poligami malah dianggap menjadi solusi? Hal ini karena masih banyak yang berhubungan seksual dengan pasangan yang bukan pasangan halal mereka. 

Karena itu, mungkin banyak yang mengusulkan lebih baik poligami. Daripada berbuat tidak senonoh bersama yang bukan pasangan halal, kan? Dari segi Agama ini memang solusi terbaik. Sayangnya hal tersebut ternyata tidak cukup untuk mengatasi masalah penyebaran HIV yang kian meningkat.

Sebab, HIV sendiri mengajarkan kita untuk tidak bergonta-ganti pasangan. Kasarnya, kita hanya bisa berhubungan dengan satu pasangan. Mengajarkan tentang setia, bukan? Lantas, apakah poligami ini bukan ide yang bagus?

Jika kita berkaca dari sisi medis tentu saja ini bukan solusi yang tepat. Sebab jika salah satu dari pasangan kita menderita HIV maka bisa saja menularkan ke pasangan yang lain, bukan? Jadi, bagaimana solusi untuk menekan angka peningkatan HIV ini?

Solusi Pencegahan HIV/AIDS

Salah satu program pemerintah melalui tenaga kesehatan sebenarnya sudah cukup baik dalam mengatasi penyebaran HIV. Caranya adalah melakukan test HIV sebelum menikah. Jadi, ketika pasangan atau salah satu dari calon mempelai positif. Maka bisa melakukan pengobatan.

Lantas, bagaimana jika nantinya keluarga atau pasangan malah tidak menerima ketika tahu hasilnya? Hal ini sudah menjadi resiko ya gais. Bagaimanapun, ada himbauan untuk tidak melakukan aktivitas seks secara bebas, menyimpang dan dilakukan di luar nikah.

Lagipula, jika semua orang waspada dan peduli tentang HIV. Maka yang positif bisa berobat hingga hasilnya reaktif. Memang, para pasien harus minum obat seumur hidup mereka. Tapi, setidaknya ini lebih baik daripada isu poligami solusi HIV loh.

1 thought on “Poligami Solusi HIV, Efektifkah?

Tinggalkan Balasan