Juli 21, 2024
Home » Capital Gain Adalah? Pengertian dan Istilah Penting Investasi

Ada banyak sekali istilah-istilah penting yang harus diketahui oleh para investor. Kenapa? Sebab pada dasarnya setiap investor pasti berharap mendapatkan keuntungan, bukan? Baik itu keuntungan jangka pendek maupun jangka panjang. Nah, istilah Capital Gain adalah juga tak luput dari dunia investasi ini. Lantas, apa sebenarnya perannya bagi keuntungan para investor? Skema keuntungan dalam dunia investasi ini sama, anda akan mendapatkan keuntungan dari dua hal. Yakni Capital Gain dan Dividen. Jadi, apa sih sebenarnya Capital Gain ini?

Pengertian Capital Gain

Jika anda mencoba mengartikan secara manual kata Capital Gain. Maka, artinya adalah nilai yang bertambah, bukan? Sebab, capital sendiri diartikan sebagai sesuatu yang memiliki nilai. Sedangkan gain adalah kemampuan untuk tetap tumbuh atau berjumlah lebih banyak. Dari sini saja, anda seharusnya sudah sadar akan maknanya.

Istilah ini menggambarkan tentang aset investasi anda di waktu yang akan mendatang. Misalnya ketika anda membeli saham A dengan harga 2.000 per lembar. Namun, 6 bulan atau mungkin 1 tahun berikutnya, harga saham A ini menjadi 6.000 per lembar. Nah, jika anda menjualnya kembali di harga 6.000 per lembar, maka anda mendapatkan potensi keuntungan.

Keuntungan yang anda dapatkan sebanyak 4.000 per saham. Atau, anda untung 2 kali lipat daripada harga beli saham pada 1 tahun sebelumnya. Bayangkan jika saham yang anda punya sebanyak 1000 lembar dan anda langsung menjualnya. Wah, keuntungan anda mencapai Rp. 4.000.000, bukan?

Kebanyakan harga properti investasi memang selalu naik dari waktu ke waktu. Hanya saja, tidak semua mengalami hal serupa. Ada juga yang bahkan mengalami hal buruk ketika harga investasi malah turun dari harga sebelumnya. Untuk itulah kemampuan analisis anda perlukan agar bisa membuat keputusan yang tepat.

Istilah-Istilah Penting Capital Gain Adalah 

Konsep dari Capital Gain memang sederhana. Harga jual lebih tinggi dari harga beli, bukan? Dan, jika hal ini terjadi maka anda akan mendapatkan keuntungan. Dalam pembahasan ini sendiri, ada setidaknya 6 istilah capital gain adalah yang harus anda ketahui, yakni:

  • Floating Profit
  • Floating Loss
  • Realized Profit
  • Realized Loss
  • Capital Gain
  • Capital Loss

Untuk memahami satu per satu dari 6 istilah ini, mari lihat contoh pembelian saham berikut:

  • Anda membeli harga saham perusahaan A : 2.000 per lembar.
  • 5 bulan berikutnya, harga saham perusahaan turun menjadi 1.300 per lembar.
  • Jika anda takut rugi, karena sejatinya saat itu anda juga sudah rugi 700 rupiah per lembar saham yang sudah anda beli, bukan? Maka, orang-orang yang tidak ingin rugi lebih banyak pasti langsung menjual saham mereka saat itu juga.
  • Ternyata, 6 bulan berikutnya harga saham naik lagi, bahkan harganya mencapai 4.500 per lembar!
  • Bagi anda yang sudah menjual saham anda di harga 1.300 per lembar karena takut rugi, maka keadaan ini masuk kategori floating loss. Istilah ini menggambarkan kerugian yang masih mengambang alias belum jelas apakah akan menetap atau bisa naik lagi harga saham nya.
  • Dan, jika anda bertahan di harga 1.300 tadi namun menjualnya di harga 4.500 maka kondisi ini disebut floating profit. Ya, anda beruntung 2.500 per saham, tapi masih belum tahu apakah harganya masih bisa naik lagi, bukan?
  • Ternyata, setelah 2 tahun harga saham tersebut naik menjadi 6.500 per lembarnya! Nah, jika anda menjualnya di harga ini, maka kondisi ini disebut capital gain.
  • Begitu juga sebaliknya, jika dalam waktu lama harga saham yang awalnya 2.000 per lembar malah turun drastis setelah 3, 5 atau bahkan 10 tahun menjadi 500 per lembar. Maka, kondisi ini disebut Capital Loss.

Cukup sekian sih ilustrasi tentang Capital Gain adalah dan istilah lain dalam dunia investasi. Jadi, analisi tetap penting, ya! Jangan cuma investasi hanya ikut-ikutan saja tanpa ada pondasi yang kuat jika anda tidak ingin rugi nantinya.

Baca Juga : Jangan Salah Pilih, Ini Dia Perbedaan Saham dan Obligasi