Juli 21, 2024
Home » Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri Dari Lingkungan Sekitar

Beradaptasi atau cara tumbuhan menyesuaikan diri dari lingkungan sekitar adalah cara agar mereka tetap bertahan hidup dan berkembang biak. Cara tumbuhan menyesuaikan diri ini membuat mereka bertahan melawan semua tekanan di lingkungan mereka. Bagi yang tidak bisa beradaptasi maka akan kalah atau mati. Sebagai salah satu organisme hidup, tumbuhan juga memiliki beragam cara agar tetap bisa beradaptasi dengan baik dari lingkungan. Dan, berikut cara tumbuhan menyesuaikan diri.

1. Xerofit

Jenis tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang habitatnya di tempat kering serta panas. Sehingga, salah satu ciri yang mereka hadapi adalah kekeringan dan air yang sedikit. Tumbuhan xerofit ini memiliki ciri-ciri seperti :

  • Memiliki akar lebih panjang sebab harus menggali dan mencari sumber air lebih jauh ke dalam tanah.
  • Memiliki daun yang lebih kecil untuk tidak memudahkan penguapan.
  • Biasanya daunnya dilapisi serat lilin dan duri kecil agar mengurangi penguapan.
  • Batang tumbuhan lebih tebal agar bisa menyimpan cadangan air.

Contoh tumbuhan ini seperti buah naga, kaktus maupun kurma. Mereka bertahan hidup dengan mengurangi penguapan dan menyimpan cadangan air.

2. Higrofit

Ini merupakan tumbuhan yang biasanya berada di hutan atau di tempat yang lebih lembab. Ciri-ciri tumbuhan ini adalah :

  • Memiliki stomata atau bagian lubang-lubang kecil di daun yang jumlahnya jauh lebih banyak.
  • Memiliki bagian daun lebar atau daun uangebih tipis.

Contoh tumbuhan ini adalah lumut, tumbuhan paku atau dedalu. Mereka akan beradaptasi pada banyaknya jumlah air di lingkungan sekitar dan tidak membusuk.

3. Hidrofit

Seperti namanya, hidro adalah istilah untuk air, jadi tumbuhan hidrofit ini adalah jenis tumbuhan yang hidup di lingkungan berair atau bahkan berada di dalam air. Ciri-ciri dari tumbuhan ini adalah :

  • Tubuh tumbuhan yang menggelembung berisi udara sehingga tumbuhan ini tetap mengapung sekalipun berada ditengah-tengah air.
  • Bisa dengan mudah mengapung di dalam air.
  • Daun dari tumbuhan ini memiliki permukaan yang lebar.
  • Akar tumbuhan ini lebih kecil sehingga mudah menyelinap di antara batang dan.daun.

Contoh dari tumbuhan ini adalah teratai, kangkung maupun eceng gondok. Sehingga mereka bertahan hidup dengan tubuh seperti ciri-ciri di atas agar tidak mudah mati di dalam air.

4. Mesofit

Berbeda dengan hidrofit, tumbuhan mesofit boleh dikatakan memiliki habitat yang “normal”. Sebab, lingkungannya tidak terlalu kering dan juga tidak terlalu berair. Tumbuhan jenis ini banyak kita temukan disekitar kita. Bisa berupa rerumputan bahkan kayu-kayuan. Ciri-cirinya adalah:

  • Penguapan yang dikurangi dengan letak stomata di bagian bawah daun.
  • Akar tumbuhan ini bercabang dan memiliki pertumbuhan yang pesat.
  • Memiliki bentuk daun melebar yang tipis.

Contoh dari jenis tumbuhan ini adalah : rerumputan, pohon mangga, rambutan maupun pepaya.

5. Halofit

Jenis tumbuhan terakhir yang akan kita bahas adalah tumbuhan yang bisa hidup di tempat asin seperti lautan. Walaupun habitatnya memiliki kadar garam yang tinggi, tumbuhan ini tetap bisa bertahan hidup. Ciri-cirinya adalah:

  • Sebagian dari batang akan tenggelam di dalam air laut atau pantai.
  • Akar tumbuhan ini jauh lebih kuat.
  • Akarnya biasa tumbuh dalam di dalam air atau di atas air.
  • Contoh tumbuhan ini yakni tumbuhan bakau yang kerap dijadikan sebagai salah satu objek wisata alam.

Nah, demikianlah pembahasan tentang cara tumbuhan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Tumbuhan-tumbuhan ini memiliki berbagai cara unik agar tetap bisa bertahan baik di lingkungan ekstrim sekalipun.

Baca Juga :Daftar Buah Untuk Diet Paling Bagus dan Menyehatkan

Tinggalkan Balasan