April 12, 2024
Home » Apa Itu Return On Equity?

Tahukah anda? Banyak yang terjun bebas di dunia investasi saham tanpa tahu seluk beluk dan belajar banyak tentang ilmu penting. Padahal, jika anda tidak ingin rugi maka anda harus mempelajari banyak hal seperti ROE alias Return on Equity ini. Kenapa? Agar anda tidak salah kaprah, maka simak penjelasan berikut ini terlebih dahulu, ya!

Apa Itu Return On Equity?

Jika anda mencoba mencari arti dari Return On Equity maka anda akan mendapatkan arti pengembalian akan ekuitas, bukan? Secara garis besar, hal ini memang benar adanya. ROE sangat penting diketahui oleh calon investor. Agar bisa memilih mana perusahaan dengan saham berkualitas dan mana yang tidak. 

Sebab, tidak bisa anda simpulkan hanya dari satu data saja. Apalagi hanya terlihat dari gambaran luar pendapatan perusahaan saja. Atau parahnya lagi dari indikator “katanya”. Anda bisa mencari sendiri dengan menggunakan rumus ROE ini. Yakni dengan pembagian antara laba dibagi dengan ekuitas pemegang saham. Hasil ROE akan terlihat dalam bentuk persentase.

Mengapa ROE Ini Penting?

Jika anda masih belum memahami apa itu ROE. Maka, mari kita tarik sebuah contoh sederhana. Misalnya anda menemukan 2 buah perusahaan yang bergerak pada bidang serupa. Anggap saja perusahaan A dan Perusahaan B. Dalam satu tahun, Perusahaan A mendapatkan keuntungan sebanyak 50 juta per bulan. Sedangkan perusahaan B mendapatkan keuntungan 60 juta sebulan.

Nah, menurut anda pasti perusahaan B lebih unggul dari pada perusahaan A, bukan? Padahal, belum tentu perusahaan B lebih unggul, loh! Sebab, anda harus mengetahui berapa modal bersih awal yang mereka gunakan jika modal awal perusahaan A adalah 500 juta dan modal awal perusahaan B 800  juta. Maka, perusahaan A lebih unggul loh!

Kenapa bisa? Seperti yang kita bahas di poin pertama sebelumnya. ROE ini merupakan hasil pembagian dari laba dengan ekuitas. Jadi, hasilnya adalah:

  • ROE perusahaan A adalah: 50 juta : 500 juta = 10%
  • ROE perusahaan B adalah: 60 juta : 800 juta = 7.5%

Jadi, sebenarnya yang lebih untung adalah Perusahaan A, bukan? Karena mampu menghasilkan 50 juta perbulan dari modal awal 500 juta. Dimana 10% dari 500 juta adalah 50 juta. Carilah nilai ROE perusahaan paling tinggi dibandingkan pesaing mereka. Hal ini menandakan keuntungan yang bisa anda dapatkan juga lebih besar nantinya.

Berapa Persenan ROE Yang Dinyatakan Bagus?

Nah, setelah anda tahu konsep ROE di atas, yakni keuntungan alias laba dibagi dengan ekuitas atau modal bersih. Maka, anda seharusnya bisa memilih perusahaan mana yang layak untuk anda gunakan sebagai awal deposit pembelian saham. Dan, mana perusahaan yang tidak layak.

Jika anda bertanya berapa persen ROE yang dinyatakan bagus, maka jawabannya tidak pasti. Sebab, anda hanya perlu membandingkan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang berkembang pada layanan serupa. Misalnya:

  • 13 % untuk Perusahaan A
  • 10% untuk Perusahaan B
  • 12.5% untuk Perusahaan C
  • 11% untuk Perusahaan D

Dari data di atas pasti anda memilih Perusahaan A, bukan? Namun, coba lagi anda ROE rata-rata per 3, 5 atau 10 tahun. Paling umum adalah per 5 tahun. Jika nilai ROE perusahaan A memang lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya (Perusahaan B, C dan D).

Maka, anda bisa memastikan jika anda lebih baik membeli saham perusahaan A tersebut. Karena sudah kita pastikan dari hasil data yang anda dapatkan, perusahaan A jauh lebih jago mendapatkan laba alias keuntungan bersih ketimbang perusahaan lainnya di bidang serupa.

Tinggalkan Balasan