April 12, 2024
Home » Fakta Bahayanya Makan Semut Serta Memakan Makanan Bekas Semut!

Tidak sengaja makan makanan yang sudah disemutin, apakah masih aman atau ada dampak buruknya bagi kesehatan?
Parti diantara kalian pernah memakan makanan bekas semut atau tak sengaja memakan semut bukan?

Memang Biasanya Saat kumpul kumpul keluarga, mungkin ada saja makanan yang tersisa di meja makan. Jika makanan tersebut tidak ditutup rapat, semut siap mengerumuni dan melahap sisa makanan tersebut. 
Terkadang ada rasanya sayang kalau sisa makanan yang telah dikerumuni semut tersebut langsung dibuang begitu saja dan mungkin beberapa orang akhirnya membersihkan semut semut itu dari makanan dan memakan bagian yang bersih. 
Betul atau tidak?

Nah, Ini Faktanya!


Makanan yang telah dikerumuni oleh semut memang sebaiknya dibuang dan jangan dimakan kembali. Makanan yang sudah disemutin pasti kebersihannya juga akan berkurang bukan?
Karena, kita tidak tahu semut itu datangnya dari mana. Bisa saja semut melewati kotoran atau bangkai binatang lain. Ketika makanan sudah dikerumuni semut, memang telah tercemar.
Sungguh membahayakan bukan?

Hukum memakan semut

Nah, Lalu bagaimana dengan hukum mengonsumsi makanan atau minuman yang bercampur dengan semut?  
Imam asy Syafi’i dan para ulama Syafi’iyah menegaskan bahwa semut termasuk bagian dari hewan yang dilarang untuk dibunuh, dan setiap hewan yang dilarang oleh syara’ untuk membunuhnya maka haram pula mengonsumsinya. Dalam kitab al Majmu’ dijelaskan:   قال الشافعي والاصحاب: مَا نُهِيَ عَنْ قَتْلِهِ حَرُمَ أَكْلُهُ؛ لِأَنَّهُ لَوْ حَلَّ أَكْلُهُ، لَمْ يُنْهَ عَنْ قَتْلِهِ – فَمِنْ ذَلِكَ النَّمْلُ وَالنَّحْلُ فَهُمَا حَرَامٌ   Artinya, “Imam asy Syafi’i dan para muridnya berkata, ‘Hewan yang dilarang dibunuh haram dikonsumsi, sebab seandainya hewan tersebut halal dikonsumsi tentu tidak haram membunuhnya. Di antara hewan yang diharamkan (dibunuh dan dikonsumsi) adalah semut dan lebah, kedua hewan tersebut haram dikonsumsi” (Syekh Yahya bin Syaraf an- Nawawi, al- Majmu’ ala Syarh al- Muhadzab, juz 9, hal. 22).
Dengan demikian, ketika kita mengetahui ada semut pada makanan atau minuman kita, maka hal yang wajib dilakukan adalah mengambil dan membuang semut itu agar tidak termakan bersamaan dengan makanan atau minuman kita. Sebab jika kita mengetahui adanya semut pada makanan atau minuman, lalu tetap saja kita makan atau minum, dalam keadaan demikian berarti kita ikut terkena hukum haram sebab mengonsumsi hewan semut secara sengaja yang merupakan larangan syara’.   Berbeda halnya ketika semut tersebut termakan atau terminum secara tidak sengaja. Maka dalam keadaan demikian orang yang melakukan hal tersebut tidak terkena dosa sebab perbuatan tersebut dilakukan tanpa kesengajaan darinya. Dalam salah satu hadits riwayat Ibnu Abbas dijelaskan:   إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ   Artinya, “Sesungguhnya Allah membiarkan (mengampuni) kesalahan dari umatku akibat kekeliruan dan lupa serta keterpaksaan” (HR Ibnu Majah).   Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa makanan dan minuman yang bercampur dengan semut tetap dihukumi suci, baik semutnya masih dalam keadaan hidup atau telah menjadi bangkai. Sedangkan hukum mengonsumsi makanan atau minuman yang bercampur dengan semut secara sengaja adalah hal yang diharamkan. Sehingga sebaiknya bagi seseorang agar memeriksa makanan dan minuman yang hendak ia konsumsi. Jika tampak ada semut yang menyelinap di dalamnya, maka wajib hukumnya mengambil dan membuang semut itu dari makanan dan minuman agar tidak tertelan bersamaan dengan makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi oleh dirinya.
Nah, itulah pembahasan dari sisi hukum agama dalam memakan semut.

Dampak memakan semut

Bagaimana jadinya bila semut termakan, apalagi yang tak sengaja termakan adalah semut yang berbahaya? Berikut beberapa efek dari memakan semut, baik semut jenis api maupun semut rumahan, yang mungkin bisa terjadi:

  1. Rongga Mulut Akan Tersengat
    nah, ini yang biasa terjadi apabila kita memakan semut yang masih dalam keadaan hidup ya, biasanya sebelum masuk ke sistem pencernaan, semut api bisa saja menyengat rongga mulut dan membuat area itu sakit dan terinfeksi loh!
    Biasanya semut memiliki sengatan yang tajam dan bisa melukai kulit tubuh, apalagi jika menyengat rongga mulut. Pasti akan terasa sakit bukan?
  2. Muncul sakit Diare

Segala jenis semut biasanya sama sama dapat menimbulkan diare lo! Karena, semut bisa datang dari mana saja, termasuk dari tempat tempat kotor.
Apalagi hal ini diperparah apabila kita memiliki perut yang sensitif, maka kemungkinan diare bisa saja muncul dan parah.

  1. Menyebabkan rasa Mual

Selain diare, kita juga bisa merasakan mual karena gangguan dari sistem pencernaan. Semut juga punya aroma khas yang cenderung mengganggu sehingga membuat mual.

Makanan yang sudah dikerumuni semut tidak boleh dimakan?

Terkadang, kita memiliki makanan yang masih ingin dimakan namun lebih dulu dikerumuni semut, dan kita biasanya membersihkannya saja dan langsung dimakan kembali.
Namun apakah makanan itu aman untuk dikonsumsi?
Ini faktanya!
Makanan yang telah disemutin memang sebaiknya dibuang dan jangan dimakan kembali.
Kenapa bisa begitu?
Yak, karena sudah tidak aman lagi memakan makanan yang sudah dikerumini semut. Meskipun tidak akan menginfeksi makanan secara langsung, mereka dapat membawa beberapa penyakit bawaan makanan.
Bahaya juga ya!
Semut ini berpotensi mencemari makanan, air, dan permukaan dapur. Penelitian telah menunjukkan bahwa semut dapat mentransfer mikroorganisme, yang menyebabkan kontaminasi.
Selanjutnya, semut semut itu bisa saja menyebarkan salmonella terlepas dari adanya kuman tersebut di sekitar rumah Anda.
Nah, beberapa dampak tak diharapkan mungkin akan terjadi apabila kita nekat memakan makanan yang telah dikerumuni oleh semut, maka kita harus tetap berhati hati ya!

Tips Agar Makanan tetap aman dan Tak Dikerumuni Oleh semut

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah makanan dikerumuni semut agar diri tetap sehat yakni antara lain:

  1. Menjaga kebersihan daerah sekitar makanan serta lingkungan Kita.
  2. Hindari tercecernya sisa sisa makanan di sekitar meja makan atau lokasi penyimpanan makanan.
  3. Jangan lupa untuk selalu Tutup rapat wadah makanan 
  4. Siapkan wadah dengan tutup kedap udara sehingga semut tidak dapat masuk kedalam makanan
  5. Kita dapat menggunakan kapur semut di daerah sekitar meja agar lingkungan meja atau sekitar makanan menjadi anti semut. Namun, perhatikan jangan sampai zat tersebut mengontaminasi makanan atau menyebabkan diri menjadi keracunan obat atau kapur semut.
  6. Memyimpan makanan di dalam kulkas
    Menyimpan makanan dalam kulkas juga efektif untuk melindungi makanan dari semut.
  7. Menggunakan wadah yang telah diberikan air disekeliling wadahnya.
    Kita juga bisa melindungi makanan dari semut dengan menggunakan wadah yang disekelilingnya telah diberikan air di wadah yang lebih besar agar tetap aman dari semut. Ini efektif pula agar semut tidak mendekat ke makanan hewan peliharaan karena mereka tidak bisa menyebrangi air.


Contohnya, kita bisa menggunakan loyang aluminium yang sudah berisi air, lalu tempatkan wadah makan di dalam loyang.

Nah, itulah pembahasan kita kali ini mengenai makanan yang dikerumuni semut sebaiknya tidak dimakan kembali, begitu pula dengan larangan untuk memakan semut. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda sekalian!

Tinggalkan Balasan