April 13, 2024
Home » Ketindihan Bisa Jadi Karena Sleep Paralysis lo!

Biasanya Manusia akan mengistirahatkan tubuh dengan cara tidur pada malam hari. Dimana aktivitas tidur ini rutin di lakukan setiap malam.
Namun terkadang saat tidur mengalami kondisi sulit bergerak dan bernafas walaupun dalam keadaan sadar dan dapat melihat sekeliling. Nah, Kondisi tersebut Biasanya oleh banyak orang di sebut ketindihan.
Nah, kondisi di mana ketika tidur secara tidak sadar tubuh mengalami keadaan sulit bergerak, bernafas, dan berbicara dan bahkan sampai melihat bayangan hitam di depannya. Sehingga ketindihan sering kali di kaitkan dengan di tindihi makhluk gaib. Karena hal itu masyarakat seringkali mempercayainya.
Padahal ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hal tersebut loh!
Yuk. Kita cari tahu lebih lengkap lagi!

Kepercayaan Seputar Ketindihan


Ada beberapa kepercayaan masyarakat tentang ketindihan atau erep erep yang biasa di sebut oleh masyarakat.

Kepercayaan Ketindihan Dalam Agama Islam

Dalam agama Islam, ketindihan ini sering di kaitkan dengan mimpi seseorang. Mimpi ini dapat mempengaruhi keadaan tubuh, sehingga tubuh dapat bereaksi seperti mengigau sampai mengalami yang biasa di sebut ketindihan.
Dalam agama Islam, setiap mimpi buruk merupakan bagian dari rencana setan dan jin untuk mengganggu manusia.
Sebagaimana dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,
Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari syetan. (3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan angan, atau khayal seseorang. Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian Shalatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain.” (HR. Muslim no. 4200)
Nah, ketika mimpi tersebut adalah mimpi yang buruk maka di anjurkan untuk membaca do’a sebagai berikut:

عُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min syarri ma khalaqa

Artinya, “Aku berlindung dengan kalimat kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan yang ada pada makhluk-Nya.” (HR Muslim no. 2708)
Dan yang jelas, sebelum tidur jangan lupa membaca doa sebelum tidur dan kalau bisa selalu lakukan amalan zikir sebelum tidur seperti yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW agar tidur anda bisa tenang tanpa gangguan makhluk makhluk yang tidak terlihat oleh mata manusia.

Ketindihan Dalam sisi medis

Ketindihan dalam sisi medis adalah suatu kondisi dimana tidak mampunya seseorang menggerakkan tubuh dan anggota badan saat tidur, yang di sebabkan kelumpuhan otot rangka sebagian atau seluruhnya dan diikuti dengan aktivitas halusinasi pikiran.


Biasanya Saat mengalami ketindihan,  Anda tidak mampu berbicara sama sekali, anda merasa dada ditekan oleh benda yang sangat berat, sulit bernapas, dan berkeringat sangat banyak. Umumnya ketindihan dapat berlangsung selama beberapa menit. Namun dalam sisi medis ini, ketindihan ini bukanlah sebuah hal yang di sebabkan karena makhluk halus namun bisa di jelaskan secara ilmiah.
Dalam medis ketindihan mempresentasikan kondisi lebih kompleks yang mencakup kondisi pikiran yang terdisolasi bersamaan dengan komponen motorik. Jadi, bayangan bayangan yang mungkin muncul adalah suatu bayangan halusinasi dan akibat fikiran negatif yanh muncul.

Maka, jangan panik dulu ya guys!

Tentang Sleep Paralysis atau Ketindihan

Istilah ketindihan dalam medis di sebut kelumpuhan tidur (sleep paralysis). Penyebab utama ketindihan pada dasarnya di sebabkan karena proses sinkronisasi otak dan tubuh yang sempat terganggu saat anda tidur.

Sleep paralysis adalah merupakan kondisi di mana ketidakmampuan bergerak atau berbicara saat bangun atau tertidur. Kondisi ini bisa terjadi selama tidur REM atau rapid eye movement, bersamaan dengan napas berat dan denyut jantung nadi yang cepat.
Dalam keadaan tidur, sebenarnya terdapat dua fase utama yang biasa terjadi, yaitu fase rapid eye movement (REM) dan non rapid eye movement (NREM). Saat tidur, sebagian besar tubuh Anda akan berada di dalam fase NREM.

Pada fase tersebut, tubuh dalam keadaan rileks. Sementara itu pada fase REM, tubuh dalam keadaan rileks tetapi mata bergerak dengan cepat. Pada kondisi peralihan dari fase NREM  dan REM, kadang seseorang terbangun dari tidurnya.

Nah, pada saat ia terbangun dalam kondisi peralihan ini, otaknya masih dalam keadaan tidur, seluruh ototnya juga masih lumpuh karena masih dalam keadaan rileks. Alhasil, Anda akan merasakan gejala ketindihan seperti tersadar dengan kondisi badan tidak bisa bergerak.

Nantinya, beberapa saat setelah mengalami kondisi sleep paralysis, otak dan tubuh akan perlahan akan sinkron kembali sampai benar benar terbangun dari tidur, atau yang biasa disebut dengan ketindihan oleh orang orang.
Nah, biasanya Kelumpuhan tidur ini umumnya bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun gejala yang di alami penderitanya kadang menimbulkan rasa takut dan cemas untuk tertidur lagi.
Kepanikan ini mungkin yang menjadi sebuah halusinasi dan pikiran yang berlebihan atas segala yang terjadi pada diri sendiri.

Nah, adanya penjelasan medis yang bisa dijadikan sebagai ilmu pengetahuan baru hendaknya di jadikan sebagai acuan dalam menyikapi masalah ketindihan yang seringkali terjadi. Tidak semua harus dikaitkan dengan permasalahan mistis. Bagaimana menyikapi agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan seperti berusaha untuk membentuk kualitas tidur yang baik.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca.

Tinggalkan Balasan