Juni 17, 2024
Home » Penggunaan Angkak Berbahaya? Ini Faktanya!

Ketika kita merasakan nyeri atau sakit di sekujur tubuh hingga suhu badan naik, pastinya orang tua lebih menyarankan menggunakan obat tradisional, kan? Salah satu obat yang populer untuk demam hingga demam berdarah adalah angkak. Namun ternyata penggunaan angkak berbahaya loh!

Penggunaan obat ini sudah dari lama kita temukan di masyarakat. Tapi sayangnya penelitian terbaru menyatakan penggunaan jenis obat ini berbahaya. Benarkah pernyataan tersebut?

Mengenal Obat Tradisional Berwarna Merah

Angkak adalah produk fermentasi tradisional yang berasal dari China, terutama di daerah selatan seperti Provinsi Guangxi. Proses pembuatannya melibatkan fermentasi beras merah oleh ragi Monascus purpureus, yang menghasilkan warna merah khas dan rasa yang khas pula. 

Angkak telah digunakan dalam pengobatan tradisional Cina selama berabad-abad, terutama sebagai obat untuk meningkatkan pencernaan, mengatasi gangguan pencernaan, dan memperbaiki sirkulasi darah. Selain itu, angkak juga dianggap memiliki sifat pelunakan darah dan dapat membantu menurunkan kolesterol.

Namun, penting untuk diingat bahwa angkak juga dapat memiliki risiko tertentu. Misalnya, dalam beberapa kasus, angkak yang terkontaminasi bisa mengandung toksin yang berbahaya. Selain itu, karena proses fermentasi nya, angkak juga mengandung alkohol dalam jumlah kecil, yang bisa menjadi masalah bagi beberapa individu, terutama anak-anak atau orang yang tidak boleh mengonsumsi alkohol karena alasan kesehatan atau agama.

Dalam beberapa tahun terakhir, angkak juga telah menjadi perhatian karena potensinya dalam menghasilkan monacolin K, senyawa yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Monacolin K ini mirip dengan lovastatin, obat penurun kolesterol yang digunakan secara farmasi. Namun, penggunaan angkak sebagai sumber monacolin K untuk tujuan pengobatan belum mendapatkan pengakuan resmi dari badan-badan pengatur kesehatan di banyak negara.

Meskipun demikian, angkak tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi kuliner di beberapa wilayah, terutama di Asia Tenggara. Namun, karena potensi risiko yang terkait dengan kontaminasi dan konsumsi alkohol, penting untuk mengkonsumsi angkak dengan bijak dan memperolehnya dari sumber yang terpercaya. Juga, jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan, konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengonsumsi angkak secara teratur.

Angkak Berbahaya?

Angkak, yang merupakan produk fermentasi beras merah, dapat memiliki beberapa bahaya jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak benar. Beberapa bahaya termasuk:

  1. Toksin: Proses fermentasi yang tidak tepat atau penyimpanan yang tidak higienis dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri berbahaya atau jamur yang menghasilkan toksin.
  2. Infeksi: Konsumsi angkak yang terkontaminasi bakteri seperti Salmonella atau E. coli dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal serius.
  3. Keracunan Alkohol: Angkak mengandung kadar alkohol tertentu karena proses fermentasinya. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan keracunan alkohol, terutama pada anak-anak atau orang yang rentan terhadap alkohol.
  4. Reaksi Alergi: Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap angkak, terutama jika mereka alergi terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam proses fermentasinya.
  5. Interaksi Obat: Karena angkak dapat mengandung senyawa aktif, konsumsi bersamaan dengan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan interaksi yang tidak diinginkan.

Sebagai tindakan pencegahan, pastikan untuk memperoleh angkak dari sumber yang terpercaya, simpanlah dengan benar, dan konsumsilah dengan bijak, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan. Selalu konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengonsumsi produk baru yang mungkin mempengaruhi kesehatan Anda.

Namun karena sampai saat ini pemakaian bahan ini masih banyak digunakan terutama untuk bumbu masakan. Maka, dosis yang direkomendasikan wajib anda patuhi, ya!

Tinggalkan Balasan