Juli 21, 2024
Home » Sampah Sampah Dengan Waktu Terlama Untuk Terurai, Yuk Kurangi Penggunaannya!


Setiap hari setiap waktu ada ratusan hingga ribuan ton sampah yang dihasilkan. Sampah sampah tersebut berasal dari mana saja termasuk sisa penggunaan perusahaan ataupun sampah rumah tangga yang menduduki tingkat pertamanya. Dengan berbagai kemajuan teknologi, berbagai produk hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Demi menciptakan produk yang digunakan demi praktisan maka produk produk sekali pakai ini semakin bermunculan sehingga manusia semakin terbiasa memakai banyak produk sekali pakai yang sebenarnya sangat susah untuk didaur ulang kembali. Sebut saja plastik, alumunium, kaca, dan lain sebagainya.
Alhasil, sampah sampah ini terbuang begitu saja dan tak banyak yang didaur ulang kembali. Sampah sampah yang terbuang menjadikan pencemaran lingkungan yang akan merusak ekosistem alam. Apa saja sampah sampah dengan waktu terlama untuk terurai? Ini dia penjelasannya!

1. Botol Kaca

Botol kaca membutuhkan waktu jutaan tahun untuk bisa terurai
Meski kaca bisa didaur ulang dengan dileburkan dalam panas, namun botol kaca yang dibuang di lautan tidak akan bisa terurai. Bahkan, sampai jutaan tahun sekalipun.
Itulah sebabnya, mengapa daur ulang menjadi suatu hal yang sangat penting.
Perlu anda ketahui pula, dengan mendaur ulang botol kaca kita sudah menghemat energi pembuatannya lo!
Yuk mendaur ulang botol kaca bekas!

2. Kantong plastik


Kantong plastik membutuhkan waktu 500 tahun untuk bisa terurai

Kantong plastik akan sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Kantong plastik yang diklaim ramah lingkungan pun akan terurai lama dan tetap akan menjadi sampah.

3. Botol Plastik


Botol Plastik membutuhkan waktu 450 tahun untuk bisa terurai
Walaupun tidak separah kantong plastik, namun botol plastik juga menyumbang dampak yang sama bagi makhluk hidup di bumi. Untuk menguraikan botol plastik minuman, diperlukan waktu 70 hingga 450 tahun.
Wah, mari kita kurangi penggunaan botol plastik!

4. Popok sekali pakai dan styrofoam


Popok sekali pakai dan syrofoam akan membutuhkan waktu 450 tahun untuk bisa terurai
styrofoam membawa dampak buruk bagi lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai. Hal ini karena styrofoam terbuat dari polystyrene, yaitu suatu bahan yang berasal dari minyak bumi yang membuat tanah sulit menguraikannya.
Bahkan meskipun styrofoam terkena sinar matahari dan angin, sebenarnya styrofoam ini tidak akan pernah benar benar terurai.
Styrofoam  justru pecah menjadi potongan potongan dan bisa membahayakan jika dimakan hewan liar.
Sangat membahayakan bukan? Yuk kurangi penggunaannya!

5. Kaleng Alumunium


Kaleng Alumunium membutuhkan waktu 200 tahun untuk bisa terurai
Meski bahan aluminium dapat didaur ulang dengan mudah, namun jumlah yang banyak akan mempersulit proses sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Bahkan, banyak sekali kaleng alumunium yang masih masuk ke tempat sampah dan terus berada di tempat pembuangan sampah.
Wah, jadi tidak bisa didaur ulang dan mencemari kalau sampai dibuang begitu saja.

6. Sepatu Ber Sol Karet


Sepatu Ber Sol Karet membutuhkan waktu 80 tahun untuk bisa terurai. Lama sekali ya?
Karet berasal dari getah pohon yang berwarna putih seperti susu (lateks). Meski berasal dari bahan alami, bukan berarti karet bisa diurai dengan cepat.
Faktanya, sol sepatu bot berbahan karet dan jenis sepatu lainnya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai.

7. Kaleng kaleng


Kaleng kaleng membutuhkan waktu 50 tahun untuk bisa terurai
Biasanya, kaleng kaleng yang asudah tak terpakai seringkali dikubur oleh orang orang, namun ternyata malah sangat berbahaya lo!
Mengubur wadah plastik maupun kaleng bisa menimbulkan efek jangka panjang bagi kesehatan.
Kaleng kaleng dan eadah plastik yang ditimbun dalam tanah ini bahkan akan sulit sekali terurai, sehingga memicu terjadinya korosif atau karat. Kaleng yang korosif ini akan mengandung beberapa logam berat yang nantinya bisa terbawa ke dalam air tanah.
Setelah itu, senyawa logam berat seperti magnesium atau kalium dari kaleng yang berkarat tersebut akan turun ke tanah, tergerus oleh air dan mencemari air tanah. Padahal air tanah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah air tanah permukaan dan bukan air tanah dalam.
Sangat membahayakan ya?

8. Pakaian


Pakaian membutuhkan waktu 40 tahun untuk bisa terurai.
Kok bisa? Ini penjelasannya!
serat sintetis yang menjadi material utama pada sebagian besar pakaian yang kita kenakan saat ini memberikan dampak buruk bagi alam lo!
Serat sintetis ini menggunakan minyak bumi dan menyebabkan kontaminasi pada air, udara dan laut, karena menggunakan material yang tak bisa terurai.

Yuk kita beralih ke pakaian dengan material yang ramah terhadap lingkungan!

9. Kain Nilon

Kain nilon bersifat lentur dan umumnya digunakan pada produk-produk olahraga dan kerajinan tangan. JIka dibuang, kain nilon akan terurai dalam jangka waktu 30 – 40 tahun.

10. Cangkir kopi kertas


Cangkir kopi kertas membutuhkan waktu 20 tahun untuk bisa terurai.
Bahkan, sekitar 320 miliar gelas kertas yang diproduksi per tahun di seluruh dunia, kurang dari satu persennya yang bisa didaur ulang. Angka itu menggambarkan bagaimana sulitnya menerapkan ekonomi sirkular dari gelas kertas.
Kemudahan dan kepraktisan pemakaian gelas kertas ini juga menjadi polemik.
Secara konvensional, gelas kertas digunakan untuk meminum kopi panas agar dapat dinikmati sambil jalan. Namun, terdapat beberapa bahaya yang dapat menyelimuti dibalik penggunaan gelas kertas kopi ini yakni kandungannya ketika terkontaminasi oleh minuman panas yang dapat membahayakan tubuh.
Selain penggunaannya yang membahayakan untuk tubuh, ternyata dampak gelas kertasnya juga membahayakan untuk lingkungan juga ya.
Sebaiknya kita beralih ke pemakaian gelas kaca yang bisa dipakai berulang kali tanpa harus membuangnya yuk!

Bagaimana, setelah membaca penjelasan mengenai sampah sampah yang lama terurai apakah anda ingin berusaha mengurangi penggunaannya dan menggunakan peralatan yang bisa dipakai berulang kali tanpa harus membuangnya? Mari kita ikut menyelamatkan bumi kita dengan kepedulian mengenai sampah!
Semoga artikel ini bermanfaat!

Tinggalkan Balasan