Mei 16, 2024
Home » Pembentukan Mindset Baru! Sosialisasi Kurikulum Merdeka dan Implementasinya dalam Pertemuan MGMP Pemasaran Kab. Malang

MGMP Pemasaran Kabupaten Malang yang diketuai Susiatining Rahayu, S. Pd yang bekerjasama dengan MGMP Administrasi Perkantoran menggelar acara pertemuan untuk melaksanakan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka. Acara ini digelar di Graha Saraswati SMK Negeri 1 Turen (6/7/2022) Mulai pukul 08.00 WIB – 13.00 WIB.

Sosialisasi ini dilakukan demi memberikan pengetahuan mengenai kebijakan kurikulum terbaru ini dengan pemateri Bapak Drs. Mochammad Mudjiono, M. Pd selaku pengawas SMK Kabupaten malang yang juga menjabat sebagai Ketua MKPS Jawa Timur.

Diharapkan sosialisasi ini dapat memberikan perubahan besar dan menumbuhkan mindset yang baru. Karena hal utamanya adalah membentuk mindset merdeka mengajar dan selanjutnya menerapkan filosofi Ki hajar dewantara.
Guru dituntut memahami siswa dan menyelami apa yang dipikirkan oleh siswa agar implementasi kurikulum baru ini bisa masuk kepada siswa.
Guru dituntut untuk menjadi fasilitator terbaik dan memahami dasar hukum yang telah diputuskan untuk penerapan implementasi kurikulum merdeka. Acuannya, yakni antara lain:

  • Permendikbudristek no. 4 Th 2022
  • Permendikbudristek no. 7 Th 2022
  • Permendikbudristek no. 56 Th 2022
  • Keputusan Kepala BSKAP no. 033/H/KR/2022 Th 2022
  • Keputusan Kepala BSKAP no. 009/H/KR/2022 Th 2022


Diharapkan, dasar dari implementasi ini harus dipahami  terlebih dahulu agar penerapannya bisa maksimal dan dapat memberikan yang terbaik untuk siswa.
Dalam pemulihan pembelajaran, sekarang sekolah diberikan kebebasan untuk menentukan kurikulum yang akan dipilih.

Pilihan Kurikulum

1. Pilihan 1 = kurikulum 2013 secara penuh.
2. Pilihan 2 = Kurikulum darurat yakni kurikulum 2013 yang disederhanakan.
3. Pilihan 3 = Kurikulum Merdeka
Pemilihan kurikulum ini didasarkan atas penetapan dari pimpinan satuan pendidikan dengan menyesuaikan karakteristik sekolah tersebut berdasarkan penilaian dan kesiapan semua unsur di sekolah tersebut.

Keunggulan dari Kurikulum Merdeka:

1. Lebih Sederhana dan Mendalam

Hal ini difokuskan kepada materi esensial dan pengembangan kompetensi siswa pada fasenya. Belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan.
Contoh penerapannya:

Dalam mata pelajaran pemasaran misalkan, ketika kita menentukan untuk membangun bisnis online, Kita harus melakukan riset pasar online mengenai barang yang lagi trend. Kita tentukan siapa target kita dengan menggali kira kira sebagian besar pengguna smartphone dan pengguna market place untuk membeli siapa, kalau sudah menemukan misalkan remaja dan dewasa kita bisa menjual barang keperluan mereka yang lagi trend misalkan fashion kekinian. Kita cari tahu dan ikut menyelami apa yang menjadi keinginan mereka dan kesukaan mereka sehingga kita bisa memutuskan produk tepat yang akan kita jual dalam bisnis online kita.


Ketika mengajar Surat menyurat untuk mata pelajaran administrasi perkantoran, kita akan membahas mengenai contoh surat menyurat dan membahas secara mendalam tentang siapa yang menjadi tujuan surat, Siapa penerimanya dan memahami karakteristik penerima surat serta menyesuaikan dengan budaya, bahasa serta etika yang baik.

Intinya, materi yang digunakan bukan tentang banyaknya konten dan konteks yang dibahas namun esensi yang mendalam dalam setiap konteks pembelajaran.

2. Lebih Merdeka

Siwa tidak akan ada penjurusan, melainkan memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat dan aspirasinya.
Guru akan mengajarkan sesuai tahap capaian dan perkembangan siswa.
Sekolah berwenang mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.

Analis diagnosis sangat diperlukan untuk memahami karakteristik siswa sebelum mengajarkan. Jadi dalam praktiknya, Pembelajaran akan maksimal diberikan kepada siswa sesuai karakteristiknya. Jadi, pola pengajarannya bisa jadi akan berbeda untuk setiap siswa.

3. Lebih Relevan dan Interaktif

Pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan yang lebih luas kepada siswa untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalkan isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Setiap Pembelajaran harus melibatkan adanya koordinasi dengan guru lain yang relevan atas pengajaran tertentu.
Contoh= Untuk pembelajaran administrasi perkantoran, banyak dari materi pelajarannya memuat aspek dari Pelajaran Bahasa Indonesia mengenai struktur kata dan tata bahasa, tanda baca dan lain sebagainya.
Dibutuhkan kolaborasi baik antar guru mata pelajaran. Hal ini harus diterapkan secara faktual bukan hanya secara konseptual.
Sifatnya disini, guru menfasilitasi dan menuntun siswa agar belajar lebih relevan dan dapat menghubungkan setiap mata pelajaran dengan baik untuk penyerapan pengetahuan secara maksimal. Sampai akhirnya siswa akan menemukan inovasi terbaru yang bisa dibahas dan direfleksikan dengan kehidupan sehari hari. Dengan begini siswa akan dapat mengembangkan dirinya secara maksimal yang akan bermanfaat bagi dirinya sendiri serta lingkungannya.

Kurikulum yang Baik

Kurikulum yang baik adalah yang bersifat dinamis dan disesuaikan dengan zamannya.
Referensi siswa bukan hanya lewat buku di perpustakaan, sekarang mereka bisa belajar mengenai modul dan berbagai platform di internet.
Siswa tidak terlepas dari perubahan  perkembangan zaman yang serba teknologi. Pendidik harus memanfaatkan setiap perkembangan teknologi yang diminati siswa sebagai sarana belajar yang maksimal untuk siswa. Artinya Guru harus adaptif dalam segala perubahan zaman menurut Ki Hajar Dewantara.

“Didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka bukan hidup di zamanmu,”

Ali bin Abi Thalib

Pengajaran terbaik dibutuhkan siswa meliputi cara mengajar, tutur kata yang baik, sikap yang baik, suasana kelas yang menyenangkan.

Platform yang bisa digunakan guru sebagai platform edukasi yang menjadi teman penggerak dalam mewujudkan pelajar pancasila yakni Platform Merdeka Mengajar yang bisa di download di playstore.

Kesimpulan Bahasan:

Sebagai upaya yang dapat dilakukan guru kepada siswa, selaku fasilitator pembelajaran yakni pertama kali adalah dengan cara mengenali karakter dan kemampuan siswa, mengenali bakat serta minat siswa, sehingga pembelajaran akan maksimal dilakukan kepada setiap siswa meskipun dengan cara yang bervariasi. Menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan penyampaian materi dengan pembahasan yang bersifat esensial dan mendalam serta menghubungkan pembahasan yang relevan di setiap pembahasan dalam mata pelajaran yang akan memunculkan pemahaman dan inovasi baru yang dapat memaksimalkan akan pemahaman siswa. Dan tentunya untuk mendapatkan hasil yang paling maksimal harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Oleh Ririn Mufidah, S.E

(Bidang Humas MGMP Pemasaran Kab. Malang)

1 thought on “Pembentukan Mindset Baru! Sosialisasi Kurikulum Merdeka dan Implementasinya dalam Pertemuan MGMP Pemasaran Kab. Malang

Tinggalkan Balasan