Juni 25, 2024
Home » Tips Menjadi Guru yang Inspiratif

Guru sebagai seseorang yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi kepada peserta didik memiliki tanggung jawab besar.
Pekerjaan sebagai seorang guru di tuntut untuk selalu kreatif dan inovatif dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia.
Guru juga di haruskan memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Hal ini sangat menunjang profesinya sebagai seorang guru.

Dalam artikel ini akan di bahas mengenai Tips Menjadi Guru yang Inspiratif. Simak penjelasannya hingga habis ya!

Kreatif dalam pembelajaran

Guru yang kreatif memiliki arti yang sangat luas. Nah Guru kreatif juga adalah yang selalu dapat berinteraksi dengan baik kepada siswa di harapkan mampu membentuk kepribadian, memberikan pemahaman, mengembangkan imajinasi dan cita cita, membangkitkan semangat, dan menggerakan kekuatan mereka untuk menggapai masa depan. 
Guru seperti ini bisa pula memaksimalkan pemanfaatkan teknologi untuk menunjang sistem pembelajaran digital. Di era digital guru harus memiliki kompetensi untuk mampu mengakses internet, menggunakan berbagai aplikasi pendidikan berbasis internet.
Contohnya dalah hal ini adalah mampu menciptakan metode pembelajaran yang menarik dengan menggunakan media visual, audio, maupun audio visual. Guru dapat memanfaatkan berbagai platform pembelajaran yang mudah di gunakan.

Bersifat Flexibel dalam mengajar

Bagaimana maksud dari guru yang flexibel di sini?
Guru yang flexibel ini mampu mengemasnya ke dalam materi pembelajaran sesuai dengan amanat kurikulum dan karakter peserta didik, mampu merancang pembelajaran beserta perangkat pembelajarannya, dengan menerapkan model model pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan kemampuan soft skill seperti critical thinking, problem solving, communication, collaboration, dan creativity atau invention.
Jadi penyesuaian metode pengajaran menjadi point penting bagi tingkat keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

Guru Memakai bahasa yang akrab dan sesuai

Salah satu cara untuk menunjang peran guru sebagai fasilitator adalah bagaimana guru menjalin komunikasi dengan peserta didik. Salah satu caranya adalah membangun keakraban dengan perserta didik sesuai dengan karakteristik peserta didik. Jika guru menggunakan model pembelajaran kurang menarik dan membosankan maka akan membuat lemahnya motivasi peserta didik dalam belajar. Dengan begitu minat belajar peserta didik dan tingkat kesuksesan penyerapan ilmu.
Akibatnya, peserta didik kurang terlibat dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa merasa jenuh dan tidak merasa tertarik.

Guru menjadi seorang fasilitator dalam sebuah pembelajaran

Peran Guru sebagai fasilitator ini berarti guru bertugas memberikan kemudahan belajar (facilitate of learning) kepada seluruh peserta didik, agar mereka dapat belajar dengan mudah, nyaman dalam suasana yang menyenangkan, gembira, penuh semangat, tidak cemas, dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka. Pastinya guru mamu menggali potensi siswa. Dengan artian guru bisa memahami kebutuhan, minat, dan kecerdasan multiple peserta didik serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk menjelajahi dan mengembangkan potensi mereka.
Sebagai fasilitator berarti guru dapat menggunakan berbagai pendekatan, seperti penggunaan beragam metode pengajaran, proyek kolaboratif, dan penilaian formatif, untuk memotivasi peserta didik dalam pembelajaran .
Nah, Guru sebagai fasilitator pembelajaran ini juga harus menyediakan sumber daya yang di perlukan bagi siswa. Hal ini meliputi materi pembelajaran, bahan bacaan, sumber daya digital, dan lingkungan pembelajaran yang memadai. Selain itu, guru juga memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa pada saat mereka mengalami kesulitan dalam pembelajaran.

Berkolaborasi dengan siswa

Bagaimana maksud dari kolaborasi dengan siswa?
Kolaborasi sendiri merupakan suatu kebutuhan manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain untuk bekerja sama dan membantu sesama.
Kolaborasi yang baik di dalamnya meliputi perhatian dari guru, interaksi guru dengan siswa, terlibatnya peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa merasa jenuh dan tidak tertarik.
Bagaimana membuat peserta didik mau berkolaborasi, terkadang guru juga harus menggunakan media belajar yang tepat dan menarik agar pembelajaran semakin menyenangkan.
Selain itu dalam prosesnya, peserta didik harus di berikan motivasi untuk mencapai beberapa tujuan seperti pemahaman materi, mendapatkan nilai bagus, menghasilkan karya inovatif dan kreatif, dan lain lain karena beberapa siswa akan lebih senang saat belajar berkelompok atau kolaborasi dengan teman teman sebayanya. Ini dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa dan mendukung peningkatan kemampuan kerja sama, komunikasi, berpikir kritis dan logis, dan lain lain.

Berempati

Dalam masalah pengelolaan emosi setiap peserta didik pasti memiliki hal khusus yang akan membuat peserta didik mau berkolaborasi dalam pembelajaran.
Nah, hal ini erat kaitannya dengan pengelolaan emosi jiwa peserta didik. Nah adanya dukungan akan membangun kesadaran siswa akan pembelajaran yang lebih efektif. Contohnya dalam hal ini adalah dengan dukungan tenaga dan pikiran.
Nah, sebuah penghargaan pada peserta didik atas apa yang mereka lakukan menjadi point yang sangat penting. Hal ini bisa di lakukan dengan memberikan apresiasi atau penghargaan pada siswa dapat meningkatkan motivasi belajar mereka karena mereka akan melakukan yang terbaik demi meraih apresiasi tersebut. Penghargaan yang di berikan sangat beragam, seperti kata kata atau ucapan yang positif yakni “terima kasih”, “keren”, “hebat”, atau ucapan penyemangat lainnya
Selain itu apresiasi bagi peserta didik juga dapat berupa hadiah, piagam, dan lain sebagainya.

Itulah pembahasan kita dalam artikel kali ini mengenai Tips Menjadi Guru yang Inspiratif. Semoga dapat bermanfaat untuk anda dan sampai jumpa di artikel kami berikutnya!

Tinggalkan Balasan