Mei 22, 2024
Home » Catat, Ini Bulan Bulan Terbaik Untuk Menikah!


Dalam ajaran Agama Islam, menikah merupakan suatu perintah agama. Karena itu, Muslim yang sudah mampu baik fisik dan ekonomi hendaklah segera menikah.
Anjuran Allah Untuk menikah tertuang dalam Al- quran.

Allah SWT berfirman:

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendiri di antara kalian, dan orang- orang yang layak (berkawin) dari hamba- hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba- hamba sahaya kalian yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia- Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian- Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS: An Nur: 32)


Menikah adalah sesuatu yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Semua orang pastinya menginginkan pernikahan yang sukses dan membawa kepada kebaikan dunia maupun di Akhirat.
Semua yang diinginkan untuk pernikahan mulai dari penentuan waktu, tempat dan juga konsep pernikahan juga pastinya dipersiapkan dengan matang dan detail. Hal itu dilakukan semata mata agar pernikahan terlaksana dengan baik.
Apalagi untuk penentuan waktu menikah juga sebaiknya diperhatikan mengingat pernikahan adalah sunnah yang bisa membawa kehidupan Akhirat. Pada dasarnya semua waktu atau semua hari adalah baik. Namun bolehlah kita mengikuti beberapa anjuran sunnah Rosulullah terkait dengan waktu pernikahan sesuai dengan anjuran agama Islam.
Lantas apakah benar menikah dalam Islam memiliki waktu waktu khusus yang harus dilakukan?
Nah, ternyata sesuai dengan anjuran islam memang terdapat waktu waktu terbaik untuk menikah, seperti halnya waktu waktu mustajab untuk berdoa.

Bulan Bulan Terbaik Untuk Menikah
Dalam Islam terdapat Bulan Bulan terbaik untuk menikah, antara lain:

1. Bulan Syawal


Keistimewaan Bulan Syawal ini  dijadikan waktu disunahkannya menikah ditujukan untuk menghilangkan kepercayaan orang orang Arab Jahiliyah yang menganggap bahwa pernikahan di bulan Syawal adalah sebuah kesialan dan akan berujung dengan suatu perceraian.

Memang pada masa Arab Jahiliah, mengadakan pernikahan di bulan Syawal akan mengundang kesialan malah bahkan berujung pada perceraian. Kepercayaan ini sangat menyimpang dan ditolak oleh Rasulullah SAW melalui pernikahannya dengan Aisyah. Inilah mengapa kemudian beberapa ulama menganjurkan menikah di bulan Syawal karena mengikuti Rasulullah SAW yang menikah di bulan ini
‘Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan,

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ))

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam menikahi ‘Aisyah di bulan Syawwal adalah memanglt untuk menepis anggapan bahwa menikah di bulan Syawwal adalah kesialan dan tidak membawa berkah yang merupakan suatu keyakinan dan aqidah Arab Jahiliyah.
Keyakinan yang salah menurut sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua ‘ied (bulan Syawwal termasuk di antara ‘ied fitri dan ‘idul Adha), mereka khawatir akan terjadi perceraian. Keyakinan ini tidaklah benar.” (Al-Bidayah wan Nihayah, 3/253).
Dan Ini tidak benar, karena yang menentukan beruntung atau rugi hanya Allah Ta’ala.

Jadi, aman dan berpahala dalam merencanakan pernikahan di bulan Syawal bukan?

2. Bulan Dzulqa’dah

Pada Bulan Dzulqa’dah ini, Allah SWT dan Rasulullah SAW menyebutkan bulan ini sebagai salah satu dari empat bulan yang disebut sebagai bulan mulia lo!
Salah satu tanda dianjurkannya menikah di bulan ini karena meneladani Rasulullah SAW.

Tepat di bulan ini juga, Rasulullah SAW menikahi Zainab binti Jahsyi bin Royab dan seorang janda berusia lanjut, Maimunah binti Al-  Haris. Bulan Dzulqa’dah sering diidentikan dengan lambang ketenangan karena terletak di antara dua hari raya, yaitu Idul Fitri di bulan Syawal dan Idul Adha di bulan Dzulhijjah.

3. Bulan Muharram


Bulan ini juga di anjurkan untuk menikah karena Rasulullah SAW Juga menikah. Pada bulan Muharram inilah Rasulullah SAW menikah dengan Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan dan juga seorang perempuan Israel, Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab.

Tidak ada larangan untuk menikah di Bulan Muharram seperti yang di tafsirkan oleh orang- orang jahiliyah. Terlebih, Bulan Muharram merupakan satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Berkaitan dengan Bulan Muharram yang disebut bulan mulia, Allah SWT berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, yang dimaksud empat bulan haram adalah bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, masyarakat Arab dilarang berperang karena disucikannya keempat bulan tersebut. Oleh karena itu, ia juga dinamakan Syahrullah Asham, yang artinya Bulan Allah yang Sunyi karena larangan berperang itu.
Bulan bulan Haram itu dilarang berbuat aniaya terhadap diri kalian sendiri, karena dalam bulan bulan Haram itu sanksi berbuat dosa jauh lebih berat daripada dalam hari hari lainnya. Begitu pun dengan amal ibadah, pahalanya dilipat gandakan.
Apalagi untuk ibadah pernikahan, maka akan ada banyak kebaikan didalamnya.

4. Bulan Shafar

Hukum menikah di bulan Safar menurut Islam yakni diperbolehkan, dan bahkan ada yang berpendapat bahwa hukumnya adalah sunnah. Tidak ada permasalahan dalam Islam untuk melakukan akad nikah atau mengadakan pesta pernikahan di bulan safar. Bulan Safar, sebagaimana bulan bulan lainnya, memiliki kebaikan tersendiri.
Pada Bulan Safar ini, memiliki kisah yang sangat istimewa lo, apalagi Bagi Baginda Rasulullah SAW sendiri, karena Di bulan inilah Rasulullah SAW menikahkan putrinya sendiri, yakni Fathimah RA dengan Ali bin Abi Thalib.

5. Rabiul Awal

Bulan Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Rasulullah SAW. Semua orang bersuka cita di Bulan Ini karena menyambut hari lahirnya Rasulullah SAW. Bahkan, menikah di bulan Rabiul Awal bisa menjadi bentuk kecintaan terhadap Rasulullah SAW lo!
Keistimewaan bulan ini semakin bertambah karena tepat pada 10 Rabiul Awal, Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah Binti Khuwailid di kota Mekah. Dari pernikahan dengan Khodijah, Rasulullah SAW memiliki sejumlah anak laki laki dan perempuan.

6. Bulan Sya’ban

Bulan yang baik untuk menikah selanjutnya menurut islam yang lainnya yakni bulan Sya’ban, karena pada bulan ini Rasulullah SAW menikah dengan Hafsah binti Umar Bin Khattab pada tahun ketiga hijriyah dengan alasan yakni untuk menghormati Umar Bin Al- Khattab sebagai ayahanda dari Hafsah.

Pada bulan Sya’ban pula Nabi Muhammad menikah dengan seorang tawanan perang yaitu Juwairiyah binti Al- Harits, beliau menikah di tahun ke 6 Hijrah.

Namun perlu digaris bawahi bahwa semua hari, semua bulan itu baik, jadi tidak ada larangan sama sekali untuk melaksanakan pernikahan di bulan- bulan tertentu. Sehingga jika seseorang sudah mampu dan siap untuk menikah, baik di bulan selain itu maka tetap dianjurkan dan sebaiknya disegerakan, agar tidak terjadi mudarat karena adanya penundaan untuk melaksanakan ibadah ini.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca yang ingin melangsungkan pernikahan dengan baik dan dalam waktu waktu yang dianjurkan serta disunnahkan untuk menikah.

1 thought on “Catat, Ini Bulan Bulan Terbaik Untuk Menikah!

Tinggalkan Balasan