Mei 22, 2024
Home » Jangan Istirahat Sebelum Lelah, Ini Alasannya!

Lelah memang bisa muncul kapan saja dan secara manusiawi dapat di rasakan oleh kebanyakan manusia yang menjalani kehidupan sehari hari.

Allah tak akan membebani seseorang dengan cobaan yang melampaui kemampuannya, itu adalah salah satu janji Allah yang sudah pasti benar. Namun terkadang kita lupa dan terlalu sulit untuk berprasangka baik.

Terkadang manusia bisa bermalas malasan dalam menjalani kehidupan. Rasa ini memang wajar asa dalam hati manusia. Namun bagaimana cara kita memecah rasa malas tersebut menjadi kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

Dalam artikel ini kita akan di ingatkan untuk Jangan Istirahat Sebelum Lelah, Ini Alasan alasannya. Jangan lewatkan artikel ini hingga habis ya!

Perintah Allah Untuk Selalu Bekerja Keras

Terdapat Perintah Allah SWT kepada hamba Nya agar senantiasa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tentunya pekerjaan yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan keluarga serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT yang dapat bernilai ibadah.
Perintah Allah sesuai dengan Firman Allah SWT dalam surah At Taubah ayat 105 berbunyi:
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Wa quli’malụ fa sayarallāhu ‘amalakum wa rasụluhụ wal mu`minụn, wa saturaddụna ilā ‘ālimil gaibi wasy syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta’malụn

Artinya: “Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul- Nya serta orang orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Allah juga senantiasa melihat kesungguhan dari seorang hamba dalam mencari rezeki.  Selain itu Tidak serta merta rezeki tersebut datang tanpa adanya usaha. Karena tanpa usaha saja, rezeki sudah pasti datang pada orang yang sudah ditakdirkan. Namun, agar rezeki semakin berlimpah perlu dibarengi dengan usaha dan amalan lainnya.
Allah memang menjamin setiap rezeki bagi hambaNya di muka bumi ini. Sehingga tidak perlu ada rasa khawatir dan cemas akan rezeki untuk hidup di dunia.
Akan tetapi, manusia dituntut untuk menjemput rezeki dengan cara yang di ridhoi Allah SWT. Apalagi Allah berjanji untuk orang yang bekerja demi keluarga. Tepatnya Upaya Mencari nafkah dalam keluarga. Memang pada dasarnya, bekerja mencari nafkah untuk keluarga merupakan suatu amalan yang sangat mulia dan apabila diniatkan dengan ikhlas mengharap ridho Allah SWT.
Lantas, apa saja janji Allah bagi orang yang bekerja demi keluarga?

Sesuai dengan QS. Al- Baqarah [2 : 155 – 157]

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar, (yaitu) orang orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang orang yang mendapat petunjuk”
Tentunya memang, Dunia ini adalah tempat ujian, maka sesiap yang lolos ujian tentu akan mendapatkan ganjaran yang menyenangkan setelah apa yang telah mereka Upayakan.
Selain itu sesuai dengan QS. Al Imraan [3 : 200]
“Wahai orang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwallah kepada Allah agar kamu beruntung”
Allah selalu mengingatkan bahwa sabar adalah yang paling utama. Dan Sabar tidaklah ada batasnya, ketika Dia telah meminta kita bersabar, Allah juga meminta kita lagi untuk menguatkan kesabaran.

Selain itu dalah QS. Al Insyirah [94 : 5 – 8]
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah kamu berharap”.

Bahkan sampai berkali kali Allah mengatakan perintah untuk bekerja keras, selain itu menguatkan bahwa sibalik kesulitan terdapat kemudahan. Intinya bahwa tak ada permasalahan yang tak di sertai dengan solusi dan hikmah atasnya. Allah juga mengingatkan kita bahwa sebaiknya hanya kepada Allah lah manusia berharap dan meminta belas kasih.

Merugilah Orang yang Bermalas Malasan dan berlebihan dalam Beristirahat

Allah tidak menyukai seseorang yang tidak bersyukur juga bersikap malas malasan. Malas merupakan salah satu perilaku setan yang harus kita hindari. Karena, sifat ini hanya akan membawa keburukan dan kesengsaraan bagi umat muslim. Rasa malas tentunya sangat menyebalkan. Jika tidak di lawan, rasa malas malah akan menghambat aktivitas dalam kehidupan kita sehari hari.

Seperti nasihat Buya Hamka yakni sebagai berikut:
“Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.”
Ketika kita mendahulukan lelah dan bermalas malasan sebelum berjuang, hal itu akan membawa kemalasan kemalasan yang semakin besar yang tak patut di teruskan. Tentunya hal itu akan merusak produktivitas diri. Selain itu juga akan merusak potensi potensi diri yang sebenarnya besar dan kuat.
Sebaiknya bunuh rasa malas dan ciptakan rasa semangat untuk menguatkan diri sendiri.
Terdapat upaya upaya dan doa yang bisa kita lakukan.
Salah satu Contoh Doa agar Tidak Malas Sesuai Ajaran Rasulullah SAW antara lain:

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَـمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْـِز وَاْلكَسَلِ .وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُـبْنِ وَالْبُخْـلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَـهْرِ الرِّجَالِ
Allohumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wa a’uudzubika minal ‘ajzi walkasali, wa a’uudzubika minal jubni wa bukhli, wa a’uudzubika min gholabatid- daini wa qohrirrijaal.

Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada- Mu dari lemah kemauan dan malas, Aku berlindung kepada- Mu daripada sifat pengecut dan kikir, Aku berlindung kepada- Mu daripada tekanan utang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud 4/353).

Cara cara untuk Membangkitkan rasa semangat dan membunuh rasa malas:


Berikut ini Adalah cara caranya:
1.Senantiasa berniat kuat untuk bekerja keras saat mencari uang dan melakukan pekerjaan yang bermanfaat.
2.Giat dan tekun dalam mencari ilmu / belajar dan melakukan segala hal.
3  Selalu berusaha meraih impian dan tujuan. Tentunya harus di sertai dengan keyakinan terhadap Allah SWT bahwa usahanya tidak akan sia sia.
4. Tidak mudah untuk meminta tolong kepada orang lain karena yakin atas kerja keras yang bisa di lakukan diri sendiri. Perasaan bergantung kepada orang lain adalah perasaan yang tidak bisa di benarkan karena hal itu akan mengganggu kepercayaan diri sendiri dan mengganggu upaya kerja keras.
5. Bersungguh sungguh dalam mengerjakan hal hal positif atau bermanfaat serta tidak seenaknya sendiri.
6. Menggunakan waktu semaksimal mungkin untuk bekerja sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

Anjuran Berupaya Secara Maksimal

Kita harus berusaha sesuai dengan kemampuan maksimal kita dan hal itu akan di perhitungkan oleh Allah SWT. Orang beriman di larang bersikap malas, berpangku tangan dan menunggu keajaiban menghampiri tanpa adanya usaha.

Islam menempatkan bekerja sebagai ibadah untuk mencari rezeki dari Allah guna menutupi kebutuhan hidupnya. Bekerja untuk mendapatkan rezeki yang halalan thayiban termasuk kedalam jihad di jalan Allah yang nilainya sejajar dengan melaksanakan rukun Islam.

Tentunya hal ini sejalan dengan perintah Allah untuk melakukan Pekerjaan secara Sungguh sungguh, tanpa bermalas malasan dan mendahulukan kerja keras. Pastinya Proses tidak akan mengkhianati hasil.

Meneladani Nabi Muhammad dalam Bekerja Keras dan Tidak Bermalas Malasan

Sebenarnya, Sejak kanak kanak Nabi Muhammad SAW adalah seorang pekerja keras. Beliau tak mau berpangku tangan dan merepotkan kakeknya Abdul Muthalib dan pamannya, Abu Thalib yang mengasuhnya sejak berusia enam tahun.
Menjadi yatim piatu dalam usia yang belia membuat Rasulullah SAW menjadi pribadi yang kuat dan pekerja keras. Rasulullah SAW bersabda, profesi yang paling baik adalah yang di kerjakan dengan jerih payah sendiri:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

Artinya: “Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya (bekerja) sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud AS memakan makanan dari hasil usahanya sendiri.” (HR Al- Bukhari).
Pada masa kanak kanak dan remaja, Nabi Muhammad SAW telah bekerja keras. Padahal, beliau di lahirkan dari bani paling mulia di antara suku Quraisy, yakni Bani Hasyim.

Nabi Muhammad Menggembala Kambing

Diriwayatkan, Nabi Muhammad SAW yang masih remaja atau anak anak, meminta izin kepada pamannya untuk menggembalakan kambing milik seorang warga Makkah.
Semula sang paman dan bibinya, Fatimah binti Asad keberatan. Namun, akhirnya mereka luluh dan mengizinkan Nabi Muhammad menggembala kambing.
Memang ada beberapa alasan kenapa Nabi Muhammad SAW ingin menggembala kambing yakni Kondisi ekonomi Abu Thalib, meskipun tidak kekurangan, namun seringkali tidak stabil. Menggembala kambing juga tidak perlu modal, hanya tenaga saja.
Pekerjaan nabi ini tercatat pula Dalam satu hadis, Nabi bersabda:
مَا بَعَثَ اللهُ نَبِيّاً إِلاَّ رَعَى الْغَنَمَ، فَقَالَ أَصْحَابُهُ: وَأَنْتَ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ
Artinya: “Semua nabi yang di utus Allah swt pernah menggembala kambing.” Para sahabat bertanya, ”Dan engkau sendiri?” Beliau menjawab, ”Ya, aku juga dulu menggembalakan (kambing kambing) milik penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath.” (HR Al Bukhari).

Nabi Muhammad Berdagang

Profesi  Berdagang ini juga sempat di rasakan oleh Nabi Muhammad SAW. Pada usia 25 tahun beliau pergi ke Syam untuk berdagang dengan di temani Maisarah, pembantu Siti Khadijah. Beliau membawa komoditas Khadijah dengan sistem bagi hasil. Bermodal keterampilan niaga dan kejujuran, semua dagangannya habis terjual dan berhasil memperoleh keuntungan yang memuaskan.

Nah, inilah pembahasan kali ini tentang Jangan Istirahat Sebelum Lelah, Ini Alasannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda, tentunya untuk memecah rasa malas dalam diri anda. sampai berjumpa di pembahasan berikutnya!

Tinggalkan Balasan