Mei 15, 2024
Home » Apa Itu Intermittent Fasting? Yuk Cari Tahu Disini!

Sudah pernah mendengar tentang Intermittent Fasting, belum? Jika belum anda harus tahu istilah “diet” yang sebenarnya tidak pure diet ini loh! Loh, kok bisa? Ya, intermittent fasting boleh dikatakan sebagai puasa berjangka. Namun, kenapa erat hubungannya dengan diet dan mengurangi masalah karena BB (Berat Badan) yang terlalu berlebihan?

Karena memang, jika anda rutin menjalani program ini maka berat badan anda juga mudah mengalami penurunan. Lantas, apa sih sebenarnya istilah ini? Apa yang dimaksud dengan intermittent fasting tersebut atau apa tujuannya? Ini adalah istilah untuk membatasi jam makan anda. Anda pasti pernah mendengar tentang diet OCD yang dikenalkan oleh Deddy Corbuzier, kan?

Ya, pada dasarnya istilah diet OCD dan istilah di atas serupa. Anda hanya perlu berpuasa dalam artian boleh minum air putih, kopi, teh namun tanpa gula. Dan, anda hanya boleh makan di jam tertentu. Minimal anda berpuasa selama 10-13 jam. Sebab, hanya dari 13 jam keatas berpuasa maka tubuh akan mulai masuk ke dalam proses ketosis.

Apa Yang Dimaksud Dengan Ketosis?

Jadi, apa sebenarnya proses ketosis ini? Ini adalah proses alami dan biasa terjadi di dalam tubuh kita. Sebenarnya, tubuh menggunakan cadangan gula yang berasal dari sumber karbohidrat untuk energi hingga kita bisa beraktifitas. Namun, jika anda berpuasa atau sedang menjalani diet karbohidrat (membatasi asupan karbo) maka proses ketosis akan lebih mudah terjadi. 

Caranya hanya membuat tubuh merasakan “lapar” setidaknya 13 jam. Sehingga, proses ketosis akan berlangsung dan cadangan lemak tubuh yang akan dipecah untuk diubah menjadi tenanga. Sehingga, anda bisa mengurangi komposisi lemak tubuh anda.

Nah, jangan sampai anda salah sangka ketika ingin membakar lemak, yang menghilang malah massa otot atau air di dalam tubuh. Namun, agar anda tidak salah kaprah, kita akan membahasnya di postingan selanjutnya, ya! Jadi, salah satu cara agar diet anda berhasil adalah dengan menerapkan prinsip ini dan membiarkan proses ketosis terjadi.

Baca Juga : Perut Semakin Buncit Setelah Olahraga? Ternyata Ini Penyebabnya!

Hubungan Intermittent Fasting dan Kesehatan Tubuh

nda pasti pernah mendengar ungkapan jika gemuk itu gemoy dan tandanya anda sehat, bukan? Sebenarnya, tidak seluruhnya salah. Tapi, jika terlalu gemuk alias overweight maka anda sudah tidak sehat lagi loh. Bayangkan saja dari segi penampilan saja pasti anda sudah merasakan gerah dan sulit bergerak, bukan? Bagian sendi terutama lutut juga mudah sakit.

Belum lagi anda akan merasakan sesak nafas jika berjalan. Nah, ada banyak sebenarnya penyakit yang bisa menghampiri seseorang ketika mereka terlalu gemuk. Hal ini yang harus anda cegah dan perbaiki jika sudah terjadi. Salah satu cara paling efektif adalah menerapkan cara intermittent fasting alias puasa secara berjangka.

Misalnya, anda akan puasa dari jam 7 malam sampai jam 9 pagi. Dari jam 7 sampai jam 9 anda hanya boleh minum air putih atau minum teh dan kopi tanpa gula. Intinya, anda hanya boleh makan dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam saja. Tapi ingat yaz tetap defisit kalori alias kurangi porsi makan anda.

Boleh makan apapun kok, hanya saja anda tidak boleh kalap makan berlebihan. Jika hal ini terjadi, maka proses intermittent fasting anda akan gagal. Bagaimana hasilnya? Tentu saja BB anda berkurang, melatih fokus, membuat anda lebih sabar, menurunkan kadar gula sehingga anda tidak mudah lapar dan banyak lagi manfaat baik lainnya.