Juni 25, 2024
Home » Awas, Bahaya Malas Bergerak Bisa Sebabkan Kematian, Loh!

Tahukah kamu jika kita sering mager alias malas gerak ternyata bisa sebabkan masalah kesehatan yang fatal? Bahaya malas bergerak ini bahkan bisa sebabkan kematian dini. Dan bahkan menjadi salah satu penyebab kematian yang sering terjadi belakangan ini.

Seperti yang kita ketahui orang-orang semakin malas bergerak karena semakin hari teknologi semakin canggih. Apa hubungannya pergerakan manusia dengan teknologi? Tentu saja ada banyak hubungannya.

Misalnya saja pada bagian transportasi, semakin maju kendaraan maka semakin jarang orang berjalan kaki. Bahkan jarak dekat saja orang-orang lebih memilih menggunakan kendaraan dan tinggal duduk manis saja ya kan? Inilah salah satu alasan mengapa orang terdahulu lebih panjang usianya jika kita bandingkan dengan masyarakat di era modern.

Malas untuk bergerak atau mager biasa kita kenal dengan istilah sedentary lifestyle. Artinya kebanyakan aktivitas yang kita lakukan monoton yakni hanya rebahan dan duduk hampir 80% waktu kita selain waktu untuk tidur. Bahkan saat bekerja pun banyak yang hanya duduk saja, kan? Ini bukanlah gaya hidup sehat, sebab bisa memicu berbagai masalah berbahaya seperti:

1. Bahaya Malas Bergerak Menyebabkan Obesitas

Seperti yang kita ketahui, obesitas ini akan muncul jika energi yang masuk tidak sesuai dengan yang keluar. Sedangkan makanan yang kita konsumsi apalagi dari sumber olahan dan junk food sangatlah besar. Jika kalori masuk sangat besar sedangkan sehari-hari kita hanya duduk dan rebahan maka akan berujung pada penumpukan lemak. 

Lemak yang menumpuk lama kelamaan akan membuat tubuh semakin besar. Jika kamu biarkan hal ini terjadi tentu akan berujung pada obesitas atau kegemukan. Kegemukan sendiri bisa menyebabkan banyak komplikasi kesehatan selain kesulitan bergerak, loh!

2. Retensi Insulin

Retensi insulin terjadi ketika sel di dalam tubuh kita tidak bisa merespon masuknya gula darah dengan baik. Sehingga akan memicu serangan Diabetes Melitus. Sedangkan orang yang terkena diabetes akan merasa kelaparan sepanjang waktu.

3. Kepadatan Tulang dan Otot Menurun

Meskipun kepadatan tulang juga akan menurun secara berkala seiring dengan bertambahnya usia. Namun bagi kaum rebahan permasalahan ini terjadi jauh lebih cepat. Karena bagian tubuh yang jarang kita pakai akan menyusut begitu juga dengan massa otot dan kepadatan tulang. 

4. Bahaya Malas Bergerak Berhubungan Dengan Penurunan Konsentrasi

Merasa mudah gagal fokus dan sulit untuk berkonsentrasi? Bisa jadi karena kamu selalu duduk dan rebahan sepanjang waktu. Percayalah jika tubuh manusia sudah dirancang sedemikian rupa agar tetap bisa aktif bergerak. Jika berkurang maka suplai darah ke otak juga berkurang dan membuat konsentrasi menurun.

5. Mudah Stress Serta Depresi

Parahnya lagi ternyata orang yang mageran mudah sekali terkena masalah gangguan kejiwaan berujung stress hingga depresi. Jika sudah terkena masalah ini maka kehidupan sosial juga mulai terganggu, ya kan?

6. Bahaya Malas Bergerak Berdampak Pada Stroke dan Penyakit Jantung

Sistem kardiovaskular kita sangat berhubungan pompa jantung. Semakin banyak kita bergerak maka jantung bekerja lebih baik, begitu juga sebaliknya. Dan jika terjadi masalah pada jantung maka bisa menyebabkan stroke juga! 

7. Kulit Menjadi Kusam

Ternyata kebiasaan mager ini tidak hanya menyerang sistem kardiovaskular dan kejiwaan kita saja. Namun, juga mempengaruhi kecantikan seseorang. Kulit kamu akan menjadi mudah kusam jika tidak beraktivitas secara aktif.

8. Gangguan Pernafasan

Bahkan studi menyatakan jika seseorang malas untuk bergerak maka bisa menyebabkan paru-paru tidak berkembang dengan baik. Jika hal ini terjadi pada kamu maka akan sulit bernafas nantinya.

9. Kematian Dini!

Nah, bisa kamu bayangkan mengapa orang mageran lebih beresiko mengalami kematian dini, kan? Dari semua ganguan diatas memamg berujung pada kematian, loh. Untuk itu mulai dari sekarang jangan malas-malas lagi ya! Usahakan bergerak secara aktif, entah itu bersih-bersih rumah, atau bisa dengan berolahraga secara teratur minimal 3 kali dalam seminggu.

Tinggalkan Balasan