Mei 22, 2024
Home » Diabetes Gestasional Ancam Ibu Hamil, Ini Tandanya!

Selama masa kehamilan, baik dari trimester pertama hingga melahirkan, ada banyak ancaman bagi ibu dan janin. Kebanyakan bahaya ini bahkan tidak diketahui oleh banyak orang. Seperti halnya Diabetes gestasional yang kita bahas kali ini.

Diabetes sendiri merupakan penyakit yang berbahaya bukan? Apalagi jika terjadi saat hamil. Apa saja tandanya? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Sekilas Tentang Diabetes Gestasional

Intoleransi glukosa yang terjadi selama masa kehamilan ini biasanya terlupakan dan tidak mudah anda deteksi. Sebab, sebagian pasien bahkan tidak memiliki riwayat penyakit ini sebelumnya (sebelum hamil). Padahal, ini adalah salah satu penyakit berbahaya loh! 

Dan tentu saja, anda serta calon orang tua lainnya harus mengetahui tentang penyakit ini. Belum ada penyebab pasti tentang apa yang menyebabkan masalah ini.

Namun, study meyakini jika kenaikan hormon kortisol, HPL, estrogen dan hormon pertumbuhan memicu masalah ini. Meningkatnya beberapa hormon saat hamil ini menyebabkan masalah intoleransi glukosa tubuh.

Banyak kasus memberikan analisis data jika masalah ini muncul pada masa trimester kedua. Jadi, ukuran janin juga masih sangat mungil dan rentan keguguran. Atau, kemungkinan besar bayi akan lahir dengan cara operasi.

Tanda dan Gejala

Bagaimana dengan tanda dan gejalanya? Apa saja yang bisa menjadi lampu hijau bagi anda untuk segera memeriksakan diri? Ternyata, tanda dan gejala diabetes ini mirip dengan gejala diabetes pada umumnya.

Bahkan, kebanyakan pasien tidak mengalami gejala atau tanda secara spesifik. Namun, beberapa tanda umum berupa:

  • Sering merasa haus terutama di malam hari.
  • Frekuensi buang air kecil semakin meningkat walaupun anda tidak sedang konsumsi banyak air putih.
  • Kelelahan.
  • Mudah merasa lapar walaupun baru saja menyantap makanan.
  • Mata tiba-tiba menjadi buram.

Ketika sedang hamil dan anda merasakan beberapa tanda di atas. Maka, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter ya! Apalagi jika sebelumnya atau keluarga dekat juga ada riwayat penyakit intoleransi glukosa.

Penyakit ini memang tidak menular secara langsung. Namun, ada pengaruh genetik dan juga faktor kebiasaan dalam keluarga. Belum lagi, jenis penyakit intoleransi glukosa ini juga lebih spesifik dan kemungkinan penyebab adalah lonjakan hormon.

Tinggalkan Balasan