Juni 25, 2024
Home » Jejak Peninggalan Kerajaan di Malang Raya

Tahu tidak? Bahwa Wilayah Malang pada zaman dahulu telah banyak ditinggali oleh kerajaan dan segala peradabannya. Hal ini Dibuktikan dengan banyaknya peninggalan yang masih tersisa dan masih utuh hingga saat ini.
Peninggalan kerajaan pada zaman dahulu yang ada di Malang raya yang masih bisa kita lihat bahkan bisa kita kunjungi sebagai sarana edukasi. Anda pernah melihat bangunan candi atau yang lain yang bernilai sejarah di daerah malang ketika berkunjung ke suatu daerah? Atau pernah mendatangi peninggalan kerajaan tertentu? Kalau iya, berarti telah tahu banyak dong, jika peninggalan-peninggalan tersebut tidak hanya dalam bentuk senjata dan benda-benda kecil, tetapi juga terdapat peninggalan kerajaan yang berbentuk candi-candi di malang yang masih dapat kita nikmati keindahannya hingga saat ini.
Mulai dahulu, Malang Raya terkenal dengan kerajaan besar seperti Kerajaan Singasari dan Kanjuruhan yang meninggalkan beberapa candi-candi yang masih utuh hingga saat ini loh, dintaranya:

1. Candi Jago


  1. Pernah melihat candi Jago sebelumnya?
    Candi Jago ini sebenarnya berasal dari kata “Jajaghu”, yang didirikan pada masa kerajaan singosari pada abad ke-13 sebagai penghormatan bagi Raja ketiga Singhasar. Candi ini berlokasi di Dusun Jago, Desa Tumpang kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Jawa Timur atau sekitar 22 km dari kota malang.
    Bentuk arsitektur Candi Jago ini disusun seperti teras punden berundak. Nah, bentuknya memiliki panjang 23,71 m, lebar 14 m, dan tinggi 9,97 m. Bangunan utama candi terletak agak kebelakang dan menduduki teras tertinggi. Denah dasar candi berbentuk bujur sangkar.
    Katanya sih, candi jago ini bentuknya tidak utuh mulai dari semula. Banyak bagian yang sudah hilang. Menurut masyarakat sekitar, candi ini pernah mengalami tersambar petir yang menyebabkan beberapa bagiannya menjadi rusak.
    Banyak wisatawan yang sering datang kemari untuk sekedar melihat dan berjalan-jalan di daerah sini menikmati keindahannya. Namun harus ada izin sebelumnya untuk memasuki kawasan ini.
    Di tempat ini tidak diperkenankan bagi pengunjung yang membawa kamera dan hanya boleh memotret menggunakan handphone. Memotret dengan handphone tidak kalah bagus dan tetap bisa mengabadikan momen indah di candi ini.
    Banyak sekali relief yang ada di tempat ini, salah satunya adalah burung dan kura kura yang menjadi cerita hits pada jamannya. Cerita cerita yang diabadikan di dalam relief sangat kental dengan nilai moral disetiap ceritanya.

2. Candi Kidal

  1. Apa anda tahu akan keberadaan Candi Kidal ini?
    Candi Kidal adalah salah satu candi warisan dari Kerajaan Singasari. Konon Katanya, candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Anusapati, Raja kedua dari Singhasari, yang memerintah selama 20 tahun yakni mulai tahun 1227- 1248. Candi Kidal secara arsitektur, kental dengan budaya Jawa Timuran. Candi ini telah mengalami pemugaran pada tahun 1990.
    Candi Kidal juga memuat cerita mitologi hinduistik yang berisi pesan moral pembebasan dari perbudakan. Sampai sekarang candi kidal masih terjaga dan terawat dengan baik. Selain berasal dari nama desa, juga dikarenakan Candi Kidal berada di tengah halaman candi.

Candi terletak di lembah pada lereng barat pegunungan tenger di ketinggian 520 meter di atas permukaan laut. Candi ini termasuk wilayah administrasi Desa Kidal, Kecamatan tumpang, sekitar 20 km sebelah timur Kota Malang jawa Timur.

3. Candi songgoriti


  1. Candi Songgoriti ini terletak di Desa Songgokerto, Kota Batu, sekitar 22 km dari Kota Malang, tepatnya di lembah yang memisahkan lereng Gunung Arjuno dengan lereng Gunung Kawi. Candi Songgoriti dibangun di atas mata air panas yang di masa lalu diyakini dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Candi Songgoriti digolongkan sebagai candi tertua di Jawa Timur karena langgamnya menunjukkan langgam Jawa Tengah. Candi ini bersifat Siwaistik. Bangunannya hanya tersisa kaki candi dan sebagian kecil tubuh candi, fungsinya sebagai patirtaan sampai sekarang air panas yang berasal dari alam itu masih dipakai untuk pemandian. Ketika dipugar pada 1936 ditemukan empat buah peti batu antara lain berisi yoni dari bahan perunggu, lingga dari bahan emas, mata uang, dan kepingan emas yang bertuliskan nama-nama dewa.
    Candi ini ditemukan pertama kali oleh seorang Belanda bernama Van Isseldijk tahun 1799. Kemudian direnovasi pertama pada 1849 oleh arkeolog Belanda bernama Rigg dan Brumund pada tahun 1863. Tahun 1902, Knebel melakukan inventarisasi situs Candi Songgoriti dan dilanjutkan dengan renovasi besar-besaran tahun 1921. Renovasi terakhir dilaksanakan pada tahun 1938. Candi Songgoriti adalah satu-satunya peninggalan Mpu Sindok di Kota Batu.

4. Candi Sumberawan


  1. Candi Sumberawan merupakan salah satu candi yang memiliki bentuk yang sangat unik yaitu hanya berupa sebuah stupa, berlokasi di Desa Toyomarto kecamatan singosari kabupaten Malang jawa timur Dengan jarak sekitar 6 km dari singasari. Candi ini merupakan peninggalan singasari dan digunakan oleh umat budha pada masa itu.
    Penanda komplek jalan masuknya adalah bentangan pepohonan yang berdiri sejajar di sepanjang jalurnya. Setelah Masuk komplek candi, di sana disuguhkan penampakan dua mata air sungai yang mengalir dan sebuah candi di bagian tengahnya dan juga ada serpihan bebatuan candi.
    Tenyata candi ini masih aktif dipergunakan untuk beribadah hingga saat ini loh!
    Juru Pemeliharaan Candi Sumberawan menjelaskan bahwa pada hari Waisak, umat Budha melakukan upacara keagamaan di sekitar taman candi.

5. Candi Singasari

  1. Candi Singasari merupakan candi Hindu Buddha peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singasari yang berlokasi di Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia sekitar 10 km dari Kota Malang.
    Candi Singasari ini dibangun pada sekitar 1300 Masehi (masa pemerintahan Raja Raden Wijaya) sebagai candi penghormatan. Candi ini merupakan tempat pendarmaan bagi raja singasari terakhir.
    Dapat disimpulkan bahwa Candi Singasari merupakan candi peninggalan kerajaan maja pahit. pada masa pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi.

Cara pembuatan Candi Singasari ini menggunakan sistem menumpuk batu andesit hingga ketinggian tertentu selanjutnya diteruskan dengan mengukir dari atas baru turun ke bawah.

Itulah beberapa candi yang berada di wilayah Malang Raya yang sangat kental dengan nilai sejarah yang terkandung didalamnya.
Banyak masyarakat yang berkunjung untuk melihat monumen bersejarah ini dan ada pula yang menjadikan candi ini sebagai tempat belajar serta penelitian pendidikan baik itu dari masyarakat kota Malang dan luar Malang.
Bagaimana? Apakah kalian ingin berkunjung ke candi candi ini untuk menambah wawasan atau sekedar menikmati keindahan alamnya. Yuk melestarikan peninggalan bersejarah dan turut menjaganya dengan tidak merusak strukturnya ketika berkunjung kesana.

1 thought on “Jejak Peninggalan Kerajaan di Malang Raya

Tinggalkan Balasan