Mei 16, 2024
Home » Mengenal Esensi Hari Santri Nasional

Hari santri Nasional yang sering kali kita dengar dan kita peringati di tengah tengah masyarakat pada tanggal 22 Oktober adalah sebuah peringatan yang tidak secara tiba tiba di peringati secara nasional. Pastinya ada sebab sebab khusus yang mendasari peringatan tersebut.
Dalam pembahasan kali ini akan kita jelaskan mengenai peringatan Hari Santri Nasional dalam artikel Mengenal Esensi Hari Santri Nasional secara lebih rinci. Simak artikel ini hingga habis ya!

Awal mula munculnya usulan peringatan Hari Santri Nasional

Sebenarnya, Awal Mula Usulan pengadaan peringatan Hari Santri Nasional ini pertama kali di ajukan oleh masyarakat santri sendiri Dengan tujuan ingin memiliki momentum untuk mengingat, mengenang, serta meneladani kaum santri yang dapat di katakan memiliki banyak keterlibatan juga dalam membantu merebut kemerdekaan Indonesia pada masa silam.
Selain itu, banyak sekali masyarakat santri yang ada di Indonesia melihat banyaknya santri yang tersebar dalam Pondok Pesantren di seluruh wilayah Indonesia.

Usulan Hari Santri Nasional Tidak langsung di setujui dan sempat menuai pro dan kontra

Dalam sejarah pengajuan usulan Hari Santri Nasional ini tidak semerta merta langsung disetujui. Hal ini sempat mengundang polemik dan pro kontra di beberapa pihak. Mengapa demikian? Hal ini karena di antaranya ada ketakutan dalam faktor polarisasi dan perpecahan. Di karenakan pemahaman yang di takutkan berpandangan hanya santri yang berjasa untuk bantu kemerdekaan Indonesia itu. Sementara pihak lain yang sama berjasanya menjadi tidak begitu di akui.
Namun, dengan berbagai pertimbangan atas usulan hari santri ini, akhirnya Presiden Joko Widodo membuat keputusan akan penetapan hari santri tersebut.

Presiden Jokowi mengambil keputusan penetapan hari santri ini dengan meliputi tiga alasan seperti yang di jelaskan di bawah ini:

Adanya Peran dan Jasa para ulama dalam perjuangan memperebutkan kemerdekaan Republik Indonesia, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia itu sendiri.
Keberadaan Hari Santri Nasional dapat menjadi momentum untuk mengenang, meneladani, serta melanjutkan kembali semangat para ulama dan santri dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia juga untuk pembangunan bangsa.
Tanggal Hari Santri Nasional di tetapkan pada 22 Oktober setiap tahunnya. Merujuk pada adanya seruan resolusi jihad yang sudah di tetapkan pada 22 Oktober 1945 oleh para santri dan ulama pondok pesantren di berbagai penjuru negeri Indonesia. Seruan ini mewajibkan untuk setiap santri di Indonesia membela serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari serangan penjajah.

Peresmian Hari Santi Nasional

Jadi, Hari Santri Nasional di resmikan Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Kepres di putuskan pada 15 Oktober 2015 yang di dasari pada sejarah santri saat masa kemerdekaan. Ulama dan santri pondok pesantren berperan besar dalam perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan.

Hal hal Yang patut di Teladani dari Perjuangan Santri

Sebenarnya tidak hanya santri, semua pejuang kemerdekaan sepatutnya menjadi teladan bagi kita semua, generasi penerus bangsa.
Moment Hari Santri ini juga sepatutnya menjadi momentum tepat dalam meneladani dan melanjutkan semangat perjuangan, dengan jalan jihad yang di gelorakan ulama pada tahun 1945. Pasalnya, Peringatan Hari Santri 22 Oktober sebagai pengingat peristiwa bersejarah pada 22 Oktober 1945.

Pahlawan Nasional yakni KH Hasyim Asy’ari memberikan seruan kepada umat Islam untuk berperang alias jihad melawan Sekutu. Di mana saat itu, Sekutu masih melakukan perlawanan bersenjata dalam penolakan kedaulatan Indonesia.
Seruan itu bermaksud menggerakkan para santri, ulama, masyarakat untuk melakukan pergerakan melawan tentara Inggris, yang kala itu mengambil alih wilayah jajahan Jepang sebagai hadiah memenangkan Perang Dunia II. Tentara Inggris membonceng Belanda sebagai sekutunya untuk kembali menduduki Indonesia sehingga kembali jatuh dalam jajahan Belanda.

Hal hal lain Yang Melatar Belakangi Peringatan Hari Santri Nasional

Hal lain yang melatar belakangi peringatan Hari Santri ini, yaitu pengakuan pemerintah Indonesia atas peran umat Islam dan pemuka agama, yang telah merevisi catatan sejarah nasional pada masa Orde Baru.

Catatan sejarah itu menutupi dan menghilangkan gerakan umat Islam dalam berkontribusi terhadap kemerdekaan Indonesia. Gerakan melawan Sekutu oleh santri, ulama, dan masyarakat Muslim berlangsung setelah tercetusnya Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, hingga momentum pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

Sejarah pemilihan tanggal 22 Oktober sebagai tanggal Hari Santri Nasional
Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofar Rozin, menjelaskan lebih lanjut bahwa di tanggal 22 Oktober tersebut terdapat Resolusi Jihad yang di cetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, ketetapan yang bertujuan menggerakan massa untuk lebih peduli terhadap ketahanan kemerdekaan Indonesia.

Di tanggal tersebut pada tahun 1945 silam, ada peristiwa penting yang melibatkan para santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial, yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945.

Menindaklanjuti kenangan peristiwa tersebut, menurut Gus Rozien para santri di anggap telah konsisten dalam menjaga perdamaian dan keseimbangan bahkan hingga sekarang.

Meskipun usulan mengenai Hari Santri Nasional pertama kali di ajukan oleh ratusan santri di Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Malang, Jawa Timur, Jumat, (27/06/2014) saat menerima kunjungan Jokowi. Saat itu di janjikan akan di peringati di tanggal 1 Muharram. Namun, kemudian PBNU yang mengusulkan peringatan Hari Santri Nasional ini di lakukan pada tanggal 22 Oktober mengingat peristiwa Resolusi Jihad yang berlangsung dua bulan setelah baru saja Indonesia merasakan kemerdekaan.

Resolusi Jihad

Keputusan presiden tersebut di dasari tiga pertimbangan. Pertama, ulama dan santri pondok pesantren memiliki peran besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengisi kemerdekaan. Kedua, keputusan tersebut di ambil untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan peran ulama dan santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa, perlu di tetapkan Hari Santri pada tanggal 22 Oktober. Ketiga, tanggal 22 Oktober tersebut di peringati merujuk pada di tetapkannya seruan resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 oleh para santri dan ulama pondok pesantren dari berbagai penjuru Indonesia yang mewajibkan setiap muslim untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari serangan penjajah Hal ini sejalan dengan tiga alasan pentingnya penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri yang di sampaikan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Ghofar Rozin.
Beliau menjelaskan bahwa tanggal tersebut mengingatkan pada Resolusi Jihad yang di cetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, sebuah ketetapan yang menggerakkan massa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Resolusi Jihad yang di cetuskan Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari berisi pemanggilan ulama dan santri di pondok pesantren berbagai wilayah Indonesia untuk jihad fi sabilillah.

Dalam arti sempit berarti berperang di jalan Allah. Namun panggilan yang di cetuskan lebih dari sekadar berperang, tetapi juga segala gerakan aktivitas terpuji yang mampu menyokong Indonesia melawan Sekutu. Berikut cetusan Rais Akbar Hasyim.

Nah, sebenarnya Seruan untuk Berperang menolak dan melawan penjajah yang hukumnya fardhu ain dan harus dikerjakan setiap orang Islam, laki laki, perempuan, anak anak, bersenjata maupun tidak, bagi yang berjarak 94 kilometer dari tempat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang orang yang berada di luar jarak lingkaran tadi, kewajiban itu menjadi fardhu kifajah.

Resolusi ini di kumandangkan di seluruh masjid hingga musala saat bulan bulan setelah proklamasi kemerdekaan. Resolusi ini sangat kental penyebarannya di Jawa Timur, terutama saat melawan masalah interniran balatentara Inggris hingga peristiwa pertempuran Surabaya Lho!

Nah, Hukum memerangi orang kafir yang merintangi untuk mencapai kemerdekaan Indonesia adalah fardhu ain bagi setiap orang Islam yang berdaya maupun dari kalangan fakir.

Saat ini resolusi jihad di maknai sebagai momen kebangkitan santri ke arah yang lebih maju dan berkembang dalam jiwa nasionalisme. Resolusi santri masa kini menggambarkan gerakan santri untuk memerangi disinformasi di era digital.

Aksi Nyata Peringatan Hari Santri Nasional

Untuk Aksi yang bisa kamu lakukan dalam peringatan Hari Santri Nasional  ini dengan mendukung pendidikan para santri di sekolah muslim ataupun pondok pesantren, khususnya yang berisikan santri dhuafa dan yatim / yatim piatu agar fasilitas pendidikan mereka di sana memadai dan tercipta generasi pemuda muslim berkualitas seperti yang diharapkan. 

Demikian pembahasan artikel kali ini tentang Mengenal Esensi Hari Santri Nasional. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk pembaca. Sampai jumpa di Artikel berikutnya!

Tinggalkan Balasan