Juni 25, 2024
Home » Keistimewaan Bulan Rajab  dan Amalan Amalannya

Seluruh umat islam pasti mengenal bulan yang satu ini. Bulan Rajab ini merupakan salah satu bulan istimewa dalam islam dalam hitungan kalender hijriyah lho!
Bulan Rajab Adalah salah satu Bulan Haram menurut Rasulullah SAW.
Terkait bulan haram ini dijelaskan dalam hadits dari Abu Bakrah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Zulkaidah, Zulhijjah, dan Muharram dan Rajab. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr yang berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Bukhari Muslim)

Rajab Bulan Haram

Kenapa sih di namakan bulan haram? Hal ini karena dua makna. Pertama, pada bulan tersebut di haramkan berbagai macam kejahatan seperti pembunuhan, dan orang orang jahiliyyah pun memiliki keyakinan serupa.

Kedua, pada bulan haram itu di larang melakukan perbuatan haram karena saking mulianya bulan tersebut. Malah sebaliknya bulan bulan haram tersebut merupakan waktu yang tepat dan baik untuk melakukan berbagai amalan. Termasuk bulan Rajab yang Mulia ini. Saking specialnya hingga para salaf sangat suka mengerjakan puasa di bulan haram. Selain itu mengerjakan amalan di 4 bulan haram di nilai lebih afdhal di bandingkan berjihad.

Hal ini terjabarkan dari hadits Berikut ini. Dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad SAW bersabda Yang Artinya: “Tidak ada amal yang lebih afdal di banding amal pada hari hari ini,” Mereka bertanya, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab, “Tidak pula oleh jihad, kecuali seseorang yang keluar untuk mengorbankan jiwa dan hartanya, lalu dia tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR Bukhari)
Keistimewaan Bulan Rajab  dan Amalan Amalannya akan di bahas secara lengkap dalam artikel kali ini. Yuk simak artikel ini sampai habis ya!

Memanfaatkan Bulan Rajab Untuk Beramal Ibadah

Tidak Hanya Rajab, bulan bulan haram juga menjadi momentum pelipat gandaan amalan yang di kerjakan kaum muslimin lho!

Dalam bulan yang istimewa ini, kita bisa melakukan amalan amalan yang akan menambah iman kita kepada Allah.

Tentunya amalan ini memiliki sumber anjuran yang jelas. Penegasan Bulan Rajab yang Special ini tertuang Dalam hadits yang bersumber dari Anas dengan kualitas hadits yang menurut Imam Asy Syaukani dalam Nailul Authar adalah hasan mursal, Rasulullah SAW bersabda:

رَجَبٌ شَهْرُ اللهِ وَشَعَبَانُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِيْ

Artinya: “Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulannya umatku.”
Dalam hadits jelas sekali bahwa bulan rajab adalah bulan yang special, yakni bulannya Allah. Maka dalam urusan keimanan dan ketaqwaan, kita harus meningkatkannya dengan baik dan mengharapkan rahmat Allah SWT. Banyak sekali pahala yang akan kita raih di balik ketaqwaan kita di bulan yang special ini.

Amalan Amalan Di Bulan Rajab

Ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan di bulan Rajab ini.

1. Amalan Malam Tanggal 1 Rajab


Nah, ketika malam tanggal 1 Rajab ini umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sejumlah amalan tertentu lho!
Jadi, di setiap memasuki awal bulan special seperti rajab, kita bisa memulai dengan doa doa awal bulan yang ijabah.
Syekh Abdul Qadir al Jailani dalam kitab al Ghun yah meriwayatkan, Sayyidina Ali karramallahu wajhah, mengintensifkan diri dalam beribadah pada empat malam dalam setahun.

كَانَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يُفَرِّغُ نَفْسَهُ لِلْعِبَادَةِ فِيْ أَرْبَعِ لَيَالٍ فِي السَّنَةِ، وَهِيَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَةُ الْأَضْحَى، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ. وَكَانَ مِنْ دُعَائِهِ فِيْهَا:

Artinya: Sayyidina Ali radhiyallaahu ‘anhu memfokuskan dirinya untuk beribadah dalam empat malam dalam satu tahun, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, dan malam Nishfu Sya’ban.”
 
Di antara doa beliau pada malam malam tersebut adalah:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ، وَمَوَالِي
النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ، وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ؛ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، الْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ، وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَى أَوْلِيَائِكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَاعْمُمْ بِذٰلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat ta’dzim kepada Muhammad dan keluarganya yang menjadi pelita pelita hikmah, pemilik kenikmatan, sumber perlindungan. Jagalah kami sebab (keberkahan) mereka dari keburukan. Dan jangan engkau ambil kami dalam kondisi tertipu, tidak pula dalam keadaan lupa.
Jangan jadikan akhir urusan kami sebagai penyesalan. Ridhailah kami. Sesungguhnya ampunan Mu bagi orang orang yang zalim, dan aku bagian orang yang zalim itu.
Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang tidak pernah bisa membahayakan Mu, berilah aku sesuatu yang memang tak ada manfaatnya sama sekali untuk Mu. Sesungguhnya Engkau itu maha luas rahmat Nya. Hikmahnya yang sangat indah.
Berikan kami kelapangan dan ketenteraman, keamanan dan kesehatan, serta rasa syukur, selamat sentosa dan ketakwaan. Berikan kesabaran dan kejujuran kepada kami dan orang-orang yang Engkau cintai.
Berikan kami pula kemudahan yang tidak ada kesulitannya sama sekali. Semoga itu semua juga Engkau berikan bagi keluarga kami, anak kami, saudara saudara kami seagama. Dan Engkau berikan kepada orang tua yang telah melahirkan kami, dari muslimin muslimat, mu’minin mu’minat.”

Dengan melantunkan doa awal bulan tersebut di harapkan akan kebaikan yang akan datang pada hari hari berikutnya dan bisa membawa semangat tinggi untuk bisa selalu beribadah kepada Allah.

2. Berpuasa di Bulan Rajab


Berpuasa adalah salah satu amalan bulan Rajab yang memiliki banyak keutamaan ketika di laksanakan lho.
Selama satu bulan penuh, boleh melaksanakan puasa rajab ini. Namun jika tidak bisa di lakukan dalam satu bulan penuh, bisa di lakukan beberapa hari. Seperti 10 Hari pertama bulan rajab, 7 hari atau 3 hari. Semua boleh di lakukan sesuai dengan keinginan kita masing masing.
Bacaan niat puasa sunnah bulan Rajab yaitu:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِِلَّهِ تَعَلى
Nawaitu shauma ghodin fii syahri rojaba sunnatan lilahi ta’ala.

3. Perbanyak Doa Di Bulan Rajab

Rajab Adalah bulan yang mulia. Dengan memperbanyak doa yang kita langitkan maka akan mudah di kabulkan oleh Allah SWT. Tentunya hal tersebut bisa di barengi dengan ibadah ibadah lainnya agar doa kita juga semakin  mustajab.

4. Memperbanyak Shalawat


Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki banyak keutamaan, terlebih jika di perbanyak dalam bulan Rajab.

Nabi Muhammad SAW besabda:
“Maka perbanyaklah sholawat untukku di hari itu. Sesungguhnya sholawat kalian di tujukan kepadaku.”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana sholawat kami di tunjukkan pada Anda, saat Anda telah terkubur dalam tanah?”
Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla mengharamkan tanah untuk memakan jasad para Nabi.”
Dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: Jibril telah datang kepadaku dan berkata, “Ya Muhammad, tidak seorang pun yang bershalawat kepadamu kecuali di doakan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Dan barang siapa yang di doakan oleh malaikat, maka ia tergolong penghuni surga.”
Mari memperbanyak shalawat di bulan Rajab!

5. Membaca Istighfar Lebih Banyak

Di antara amalan amalan bulan Rajab, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak memohon ampunan kepada Allah swt dengan bacaan istighfar lho!
Dengan memperbanyak istighfar di bulan rajab maka setelah keluar dari bulan ini akan mendapatkan jiwa yang bersih dari dosa bak bayi yang baru di lahirkan.

Contoh Bacaan istighfar bulan Rajab adalah:
رب اغفرلي وارحمني و تب عليَّ

Rabbighfirli warhamni wa tub alayya”

Nah, untuk umat muslim disunnahkan membacanya sebanyak 70x setiap pagi dan sore hari di bulan Rajab.
Yuk memperbanyak Istighfar di bulan Rajab!

6. Dzikir Bulan Rajab


ketika telah memasuki bulan Rajab, Rasulullah SAW banyak membaca doa:
اللهمّ بارك لنا في رجب و شعبان و بلعنا رمضان و حصل مقاصنا

“Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’bana wa ballighnaa ramadhana wa hassil maqashidanaa”

Selain itu, terdapat bacaan tasbih harian bulan rajab yang dianjurkan untuk dibaca 100x setiap harinya.

7. Membaca Tasbih Harian

Selain itu, ada pula lho bacaan tasbih harian bulan rajab yang di anjurkan untuk dibaca 100x setiap harinya.

Tanggal 1 – 10 Rajab (13 – 22 Januari 2024)

سبحان الله الحي القيوم

(Subhanallahil hayyul qayyuum)

Tanggal 11-20 Rajab (23 Januari-1 Februari 2024)

سبحان الله الاحد الصّمد

(Subhanallahil ahadish shamad)

Tanggal 21- 30 Rajab (2 – 10 Februari 2024)

سبحان الله الرؤوف الرحيم

(Subhanallahir rauufur rahiim)

8. Doa Jum’at Terakhir Bulan Rajab


Pada Hari Jum’at terakhir bulan rajab, ada amalan yang bisa di lakukan karena doa yang di langitkan mudah di ijabah oleh Allah.
Nabi SAW pernah bersabda,

“Barang siapa di pagi hari Jumat sebelum salat Subuh mengucapkan doa berikut:  ‘Aku memohon ampun kepada Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup Abadi lagi terus menerus mengurus makhluk Nya, dan aku bertobat kepada Nya’ sebanyak tiga kali, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosa dosanya, sekalipun banyaknya seperti buih laut.” (HR Muslim)

Nah, Doa hari Jumat yang di maksud pada hadits tersebut adalah sebagai berikut,

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal ‘azhiima-lladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaih

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup Abadi lagi terus menerus mengurus makhluk Nya, dan aku bertobat kepada Nya.”

Namun selain itu, Ada doa lain yang bisa dipanjatkan di hari Jumat agar mendapat keberkahan. Berikut bacaannya,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Arab latin: Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah)

Para ulama berbeda pendapat mengenai kapan waktu mustajab untuk berdoa di hari Jumat atau yang disebut sa’atul ijabah. Menurut suatu pendapat sebagaimana dikatakan Imam an Nawawi dalam kitab doanya, waktu tersebut terletak sesudah fajar terbit dan sebelum matahari terbit. Ada pendapat lain yang mengatakannya sesudah matahari tergelincir dari tengah lain.

Adapun menurut pendapat yang shahih sebagaimana di sebutkan dalam Kitab Shahih Muslim melalui riwayat Abu Musa Al-Asy’ari RA dari Rasulullah SAW, sa’atul ijabah terletak di antara imam duduk di atas mimbar hingga ia bersalam dari salatnya.

Terlepas dari waktu membaca doa tersebut, alangkah baiknya kita mengamalkan sebanyak banyaknya pada hari jum’at terakhir di bulan rajab tersebut.  Semoga Doa Kita Diterima Allah SWT.

Special Doa Agar Uang Tak kunjung Habis

Amalan ini hanya ada pada satu momentum di bulan Rajab. Yakni amalan pada Jumat terakhir bulan Rajab. Amalan ini di percayai sebagai bagian dari ikhtiar agar uang yang dimiliki tidak kunjung habis lho!

Amalan ini telah banyak diijazahkan oleh habaib dan kiai, termasuk Sulthanul Ulama dari Yaman, al Mukarram al Syekh al Habib Salim bin Abdullah al Syathiri. Amalannya dengan membaca sebagai berikut:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh

Artinya, “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”

Cara mengamalkannya adalah:
Dapat dibaca saat khatib menyampaikan khutbah kedua dan di baca sebanyak 35 kali. Di antara keutamaannya adalah agar di sepanjang tahun uang di tangan kita tidak habis untuk memenuhi segala kebutuhan. Amalan ini telah di coba oleh banyak orang dan berhasil.
Al Habib Ali bin Hasan Baharun menulis keterangan dari gurunya, al Habib Zain bin Ibrahim bin Smith sebagai berikut:

فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ

Artinya, “Faidah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (di anjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh’. Amalan ini telah di coba oleh banyak orang dan terbukti berhasil.”

Nah, itulah penjelasan kita kali ini mengenai Keistimewaan Bulan Rajab  dan Amalan Amalannya. Semoga kita semua senantiasa di berikan kebaikan dari bulan Rajab ini. Sampai jumpa di artikel artikel berikutnya!

Tinggalkan Balasan