Mei 18, 2024
Home » Bayar 25 Ribu Masuk Surga, Kok Bisa?

Bayar 25 ribu masuk surga? Belakangan ada fakta mengejutkan dari sekumpulan ibu-ibu yang mengaku bisa masuk surga hanya dengan bayar iuran bulanan. Mereka mengatakan mendapatkan pencerahan tersebut dari guru agama mereka yang bahkan tidak pernah sholat lagi. Hah? Kok bisa? Padahal, ajaran ini merujuk pada Agama Islam loh. Bukankah Sholat adalah kewajiban setiap umat muslim? Setelah mimin cari tahu. Ada banyak fakta janggal tentang ajaran bayar 25 ribu masuk surga ini. Apa saja? Yuk baca sampai selesai agar tidak salah ajaran. Boro-boro masuk surga, yang ada malah terjerumus ajaran sesat. Hiii.. pasti pada gak mau, ya kan?

Iuran Bayar 25 Ribu Masuk Surga

Dari kata-kata salah satu ibu yang berasal dari Garut ini saja sudah agak aneh kita dengar. Masa iya, hanya dengan 25ribu bisa membuat kita masuk surga? Kasarnya, tiket masuk surga murah sekali, ya kan? Namun, bukan itu saja yang aneh dari ajaran 25 ribu masuk surga ini. Ternyata, ada yang lebih aneh lagi. Dimana kabarnya, sang guru yang mengajarkan hal tersebut tidak menjalankan ibadah utama umat Muslimin yakni Sholat 5 waktu.

Ketika anda tahu fakta lanjutan dari ajaran radikalisme bayar 25 ribu masuk surga ini. Pasti anda semakin geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, konon kabarnya alasan sang guru tidak ikut sholat karena sedang sibuk membangun Negara Islam Indonesia alias NII. Jadi, para pengikut atau member hanya perlu bayar iuran rutin saja agar bisa ikut masuk surga. Bahkan sang guru yang tidak kita ketahui dengan jelas identitasnya ini berani menjamin member akan masuk surga hanya dengan iuran tersebut.

Doktrin Sesat

Tidak hanya itu, ternyata ajaran Radikalisme yang marak kita temukan pada kumpulan ibu-ibu Garut ini ternyata juga menggunakan doktrin sesat. Bukan hanya masalah iuran bulanan yang katanya bisa menggantikan ibadah agar masuk surga saja. Ternyata sang guru juga mengajarkan untuk membenci NKRI dan jajanan petinggi negara. Bisa kita baca bahwasanya mereka mengajarkan untuk mengikuti negara baru yakni NII. 

Sedihnya lagi, NKRI kabarnya mereka kenal dengan istilah Thogut. Istilah ini sendiri memang ada dalam agama Islam. Namun, istilah tersebut merujuk pada perilaku atau hal yang bertentangan dengan ketuhanan. Alias, penyimpangan terhadap agama Islam. Padahal, sebuah negara sudah ada semenjak dahulu (setelah kemerdekaan RI). Belum lagi, jajaran pemimpin negara semuanya beragama Islam. 

Mengapa malah terdoktrin dengan ajaran sesat ini? Menyatakan NKRI sebagai thogut saja sudah sangat aneh. Karena, kita tidak menyembah negara, bukan? Belum lagi masalah bayar iuran 25 ribu masuk surga bahkan bisa membeli ibadah harian yang seharusnya kita kerjakan sebagai umat Muslim. Bukankah hal ini mendadak aneh?

Sayangnya, karena yang mengikuti ajaran Radikalisme ini kebanyakan orang tua atau bahkan para ibu-ibu. Maka, kata-kata manis dari sang guru yang entah siapa ini menjadi lebih masuk akal dan mereka anggap valid. Karena menurut salah satu mantan member atau boleh kita sebut yang hampir ikut aliran sesat ini namun akhirnya sadar. Beliau menyatakan jika ajaran ini memang sering mengadakan pengajian dan ceramah.

Hanya saja, kebanyakan isi dari pengajian atau ceramah yang pernah ia dengar menang mengarah pada ajaran sesat. Mirisnya, ajaran ini kabarnya mulai menyebar luas dan membernya makin banyak. Akhir zaman sekali ya guys.. Semoga para saudara Muslimin tidak ada yang mudah percaya dengan ajaran bayar 25 ribu masuk surga ini ya guys.

Tinggalkan Balasan